Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR SURABAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR SURABAYA. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2023

RT.02 MLETO BERGERAK

RT.02 MLETO BERGERAK

 Warga RT.02 RW.06 Mleto Klampis NgasemSukolilo, semangat dalam melakukan Program Pemerintah "Surabaya Bergerak"

Bergotong Royong 

Minggu, 26 Februari 2023 mulai pagi sampai siang hari seluruh warga melakukan kegiatan Kerja Bhakti

Disamping membersihkan lingkungan juga bertujuan untuk mengajak warga agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan khususnya kebersihan

Penataan Tempat Sampah

Kali ini, selain pembersihan sampah disaluran air dan sekitarnya juga melakukan pentaan ulang terhadap penentuan tempat/tong pembuangan sampah yang selama ini menjadi salah satu penyebab menumpuknya sampah yang berdampak timbulnya bau tidak sedap dan tersumbatnya saluran air

Sungai harus bersih dari sampah

Bapak Matsuri Ketua RT.02 RW.06 Mleto Klampis Ngasem Sukolilo, mengatakan "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dalam menjaga kebersihan juga bisa menjaring beragam aspirasi warga sehingga bisa menjadi ajang silaturahmi dan tukar pendapat untuk menjadikan lingkungan ini lebih baik lagi".

Wilayah RT.02 Mleto terdiri dari 3 ruas jalan yakni Jalan raya Mleto (tengah), Gang Al-Mabrur (utara) dan Gang Pasar/Tower (selatan)  hingga agak menyulitkan dalam pengondisian kebersihan dan keamanannya

Namun demikian, Bapak Ketua RT berusaha tidak menjadikan kendala hal tersebut dengan menunjuk pengurus seksi kebersihan dan keamanan pada masing-masing ruas jalan tersebut sehingga bisa berjalan selaras dan seimbang

Program Surabaya Bergerak ini erat kaitannya dengan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) yang saat ini sedang dilakukan dan keduanya menjadi Program andalan Pemerintah Kota Surabaya agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan

Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan hingga membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Surabaya. (CT-KIM-SBY)

Kamis, 30 September 2021

Sentra Wisata Kuliner DELES

Sentra Wisata Kuliner DELES

 


Sentra Wisata Kuliner DELES Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya merupakan sarana berburu kuliner yang cukup di gandrungi dari segala usia selain itu tempatnya yang bersih membuat pengunjung merasa nyaman. Dengan beragam fasilitas seperti Parkir Luas, Live Musik, MUsholla, Free Wi Fi, Toilet, Gazebo nyaman dan Sarana Olah Raga. Dengan Harga Murah dan Terjangkau.

Sabtu, 14 September 2019

Nafas Usaha dalam Keberagaman Surabaya

Nafas Usaha dalam Keberagaman Surabaya


“Unity in Diversity”

Surabaya... oh Surabaya... 
Kota kenangan takkan terlupakan...

Sebait lirik lagu yang ditenarkan Dara Puspita seakan mengukuhkan bahwa Kota Surabaya memang membuat orang yang pernah mengunjunginya tak mampu untuk melupakan begitu saja.
Salahsatu yang berkesan dari Kota Nomer 2 terbesar di Indonesia,  yakni dibalik hiruk pikuk kota Metropolis ini menyimpan begitu selarasnya sektor usaha dengan ditopang keberagaman etnis, suku, budaya dan bahasa yang mewarnainya.

Sebagaimana yang diketahui bahwa di beberapa wilayah Surabaya menjadi sentra usaha yang mayoritas digerakkan oleh Suku atau Etnis tertentu tersebar menjadi daya tarik kota ini, salah satunya di belahan Utara Surabaya tepatnya di Wilayah Ampel dan sekitarnya. Sekilas jika kita mengamati berderetnya Toko dan Kuliner yang tersebar di daerah ini membuat kita terkesima, aroma Timur Tengah menghiasi
berbagai sudut, mulai jalan Ampel Suci, Ampel Masjid dan sekitarnya. Aneka Kuliner serta berbagai pernak-pernik busana Muslim khas Timur Tengah sangat mudah didapatkan disini, hal ini tidak terlepas dari sejarah yang diusung Ampel, para pedagang dari Arab dan Yaman dalam sejarah menorehkan penyebaran Agama Islam serta berdagang menjadi cikal bakal sentra usaha disini, berjuang bersama arek-arek Suroboyo menciptakan kolaborasi yang harmonis hingga sampai saat ini menjadi daya tarik Surabaya.

Kita berlanjut menengok di wilayah Pecinan, wilayah tertua di Surabaya yakni Kembang Jepun dan sekitarnya. Menempati pusat Surabaya menjadikan wilayah Sentra Bisnis ini menjadi salahsatu nafas pusat perdagangan grosir, jajaran toko Alat tulis, kantor,  toko mesin diesel, bank, tekstil, fashion, semua ada di sini. Pelaku bisnis di wilayah ini mayoritas etnis Tionghoa. Lagi-lagi Surabaya menjadi kota yang ramah menerima  budaya Tionghoa yang sangat kental disini.

Bermacam budaya Tionghoa beserta  atribut yang diusungnya banyak tersebar di Wilayah ini, dari klenteng Tua Hong Tiek Hian yang terletak di Jalan Dukuh hingga dengan pelaku bisnis yang dapat hidup harmonis bersama masyarakat lokal menjadi saksi bagaimana Surabaya menjadi kota yang ramah dalam keberagaman budaya, agama dan bahasa.

                Sejarah panjang mengiringi Kembang Jepun atau yang biasa disebut Kya-Kya (jalan-jalan), dahulunya sepanjang jalan ini memang telah menjadi pasar malam dengan deretan kios-kios penjaja kuliner khas Tionghoa dan Surabaya hingga kini kawasan ini tetap menjadi salahsatu nafas bisnis Kota Surabaya.

                Membelah kota Surabaya seakan tiada bosan-bosannya, di wilayah Timur Surabaya juga terdapat nafas bisnis yang ikut meramaikan Kota ini yakni di wilayah Kenjeran, Kedung Cowek, Bulak. Salahsatu suku mendominasi wilayah ini Yakni suku Madura. Berbagai macam kuliner dan pola hidup khas suku ini dapat kita temui di wilayah tersebut. Sifat ramah dan mental pekerja keras dari suku Madura ini sangat selaras dengan warga kota Surabaya dan dari Etnis serta suku yang lain sehingga menimbulkan kolaborasi yang harmonis untuk menunjang sektor usaha kota Surabaya.

                Begitulah Surabaya, dengan masyarakat yang heterogen menjadi daya tarik yang mempesona. Pelaku usaha di kota surabaya bersinergi menepis sekat-sekat suku, etnis, agama, bahasa dan budaya untuk bersama-sama bersatu dalam perbedaan  menciptakan kota ini sebagai kota yang layak menjadi  prototype kota masa depan yang harmonis dan ramah. Keberagaman bukan menjadi penghalang dan pemisah dalam berkehidupan, tetapi justru menjadi perekat yang mempererat dalam segala aspek hingga menyentuh mulai dari lapisan masyarakat marjinal  hingga masyarakat menengah keatas. Itulah yang dimaksud bersatu dalam perbedaan.


Penulis : Cak Topan - Kimklasik

#keberagamanmasyarakat
#keberagaman

Instagram: Sapawarga
Twitter: @SapawargaSby




Kamis, 16 Agustus 2018

Cak Mus Menggetarkan Pegiat KIM Surabaya

Cak Mus Menggetarkan Pegiat KIM Surabaya

Pagi ini Kamis, 16 Agustus 2018 Pegiat KIM Kota Surabaya yg hadir dalam pembinaan yg diselenggarakan oleh Dinkominfo Kota Surabaya di Gedung Wanita Candra Kencana Jl.Kalibokor Selatan 2 Surabaya.
Mengambil thema "Tehnik seorang Jurnalis Citizen/Pegiat KIM dalam Membuat Peliputan Berita," dengan mengundang Bapak Mustika Muhammad atau sering dipanggil Cak Mus
KaBiro Net TV sebagai narasumber khusus untuk pembinaan kali ini.

Cak Mus benar-benar mampu menghipnotis Pegiat KIM untuk mampu menjadi seorang jurnalis yang handal bukan sekedar wartawan lokal yang sekedar ada di tiap wilayah Kelurahan Kota Surabaya.
Pahami apa itu berita, Buatlah berita, Tulislah berita dan Publikasikan berita demikian materi ringan namun mampu "menggetarkan" semangat Pegiat KIM untuk bersedia dan siap "Conecting and Sharing" antara Jurnalis Citizen dengan Jurnalis Media Profesional.

Dipesan terakhirnya dalam penyampaian materi, Cak Mus berpesan "Tulis yang ada difikiran jangan fikirkan apa yang akan ditulis". (CT-2018)

Jumat, 06 Oktober 2017

mBlancang Suroboyo 2017

mBlancang Suroboyo 2017

KIM Kota Surabaya melakukan kegiatan yang belum pernah dilakukan oleh Pegiat Masyarakat lainnya yakni Melakukan Sosialisasi di 31 Kecamatan seKota Surabaya dengan kurun waktu 24 Jam nonstop ... !!!

Saat berada di Kecamatan Asemrowo

Sosialisasi di Karang Taruna Kecamatan Tambaksari

Bersama Bpk.Sumar dari DINKOMINFO Surabaya
yang setia mendampingi giat mBlancang Suroyo

Kamis, 30 April 2015

Dilarang Kreatif

Dilarang Kreatif

Produksi Televisi dari Monitor Bekas, Pria Lulusan SD Dibekuk Polisi


Semarang - Meski hanya pernah mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar, MK (41) warga Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah ternyata handal di bidang elektronik. Namun kehandalannya membuat ia harus berurusan dengan polisi karena memproduksi televisi dari barang bekas dan menjual bebas tanpa izin.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto mengatakan MK ditangkap karena melanggar pasal 120 juncto pasal 53 ayat 1 huruf b Undang-undang RI No 3 tahun 2014 tentang perindustrian karena memproduksi dan mengedarkan barang tidak memenuhi SNI, spesifikasi, dan pedoman tata cara yang diberlakukan secara wajib di bidang industri. Ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 milyar.

"Adapun pasal 106 Undang-undang RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan karena tidak memiliki izin dan juga melanggar pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 undang-undang RI no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," kata Liliek di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Semarang, Selasa (17/3/2015).

Di rumah tersangka, lanjut Liliek, MK membuka usaha reparasi "Haris Elektronik", namun di dalamnya juga untuk memproduksi televisi yang tabung layarnya berasal dari monitor komputer yang tidak terpakai. Tidak tanggung-tanggung, satu hari tersangka dan 8 karyawannya mampu memproduksi 30 sampai 40 unit televisi.

"Satu hari keuntungannya Rp 450 ribu dan satu bulan bisa mencapai Rp 11,7 juta," pungkas Liliek.

Televisi yang diproduksi MK berjenis tabung dengan ukuran 14 inch sampai 17 inch. Ia memperoleh tabung dari pengepul barang bekas elektronik. Kemudian MK membeli casing dan remote yang banyak dijual di pasaran lalu untuk kemasan ia memesan kardus sesuai merek.

"Dia tidak pakai merk terkenal tapi membuat sendiri seperti Veloz, Maxreen, Zener, dan Vitron," pungkas Liliek.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo menambahkan tersangka sudah dua tahun menjalankan usahanya itu. Awalnya ia menitipkan di toko-toko elektronik, namun kini ia menunggu order dari toko elektronik.

"Dua tahun lalu dia memasarkan ke toko-toko, belakangan, toko-toko yang pesan. Kalau order banyak dia merakit banyak. Keuntungan tidak lebih dari Rp 100 ribu satu televisi, modal satu televisi antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, tabung bekasnya itu beli antara Rp 50 ribu," kata Djoko.

"Dia lulusan SD, semua dipelajari otodidak," imbuhnya.

Dari rumah tersangka, polisi menyita 146 televisi, 1.020 tabung televisi, 525 casing televisi, 15 televisi rusak, kardus, mesin bor, tiner, dan berbagai perangkat lainnya untuk merakit televisi.

"Terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan, karyawannya saksi," tegas Djoko.

sumber : detiknews

Senin, 27 April 2015

Pengusaha Minimarket Ramai-ramai Serbu Layanan Perizinan

Pengusaha Minimarket Ramai-ramai Serbu Layanan Perizinan


Layanan perizinan terpadu yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Balai Kota Surabaya, direspon positif oleh warga Kota Pahlawan. Utamanya oleh pengusaha minimarket/toko swalayan. Itu terlihat pada hari pertama pelaksanaan layanan perizinan terpadu, Jumat (24/4).

Pelayan terpadu yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722 ini, sedikitnya melibatkan tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang pindah kerja ke Balai Kota. Yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar); Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPUCKTR); Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin); Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT); Dinas Kesehatan (Dinkes), plus Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Ini terbilanbg istimewa karena SKPD-SKPD yang menangani perizinan, semuanya membuka desk dalam satu tempat. Dengan begitu, akan lebih memudahkan warga selaku pemohon izin karena hanya perlu datang pada satu tempat.

Dari sekian desk itu, meja layanan Disperdagin-lah yang paling banyak dikunjungi. Koordinator petugas administrasi dan programmer perizinan sekretariat Disperdagin Kota Surabaya, Sugiyono mengatakan, tamu yang datang ke desk Disperdagin kebanyakan pengusaha maupun konsultan yang datang untuk keperluan mengurus Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS), izin prinsip dan juga kajian sosial ekonomi (Sosek).

Sugiyono menjelaskan, mayoritas yang datang hari ini dari (pengusaha) minimarket. Rata-rata mengurus kajian Sosek (14 berkas) dan izin prinsip (29 berkas). Tadi juga ada ibu yang mau jualan kue, konsultasi terkait izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 

Soni, pengusaha toko swalayan, mengaku datang untuk mengurus IUTS. Semua berkas yang disyaratkan dibawanya. Diantaranya berkas Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO). Dia juga tidak perlu antre karena oleh petugas langsung diarahkan ke meja pelayanan Disperdagin dan langsung dilayani. Soni menuturkan, ia mendapatkan informasi dari Disperdagin bahwa di Balai Kota ada pelayanan terpadu. Sebagai warga Surabaya, saya merasa dimudahkan dengan adanya pelayanan terpadu ini. Apalagi tidak perlu antre dan langsung dilayani.

Kepala Disperdagin Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, pihaknya memang membagikan informasi perihal pelayanan terpadu tersebut kepada warga sebagai tindak lanjut dari jumpa pers oleh Sekda Kota Surabaya, Kamis (23/4). Dia mempersilahkan pengusaha mengurus perizinan yang diperlukan. Widodo menambahkan, untuk pengurusan IUTS, kalau sudah lengkap semua berkasnya, tiga hari selesai (ijin prinsip).

Selain Disperdagin, meja layanan Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT), juga menjadi sararan kunjungan warga.   Mayoritas mengurus pendaftaran tinggal di rumah susun (Rusun) milik Pemkot. Salah satunya pasangan suami istri, Taufik (29) dan Zahro (29). Pasutri yang tinggal di Bratang ini mengaku ingin mendaftar tinggal di rumah susun (Rusun) milik Pemkot di Wonorejo.

Taufik menuturkan, sayangnya Rusun yang di Wonorejo sudah penuh dan kita diarahkan ke Rusun di Romokalisari. Meski begitu kami lega. Paling tidak, kami sudah mendapatkan informasi yang jelas. Apalagi, pelayanannya juga bagus dan tidak ribet. Juga tidak pakai antre.

Demi memudahkan warga Surabaya dalam memanfaatkan layanan terpadu di Balai Kota, car free day yang biasanya digelar setiap Jumat terakhir di kawasan pemkot, ditiadakan. Kepala BLH Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi menuturkan, supaya warga lebih mudah dalam mengurus pelayanan perizinan terpadu di Balai Kota. 

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Hendro Gunawan dalam jumpa pers di ruang sidang Sekda Surabaya, Kamis (23/4) mengatakan, pelayanan perizinan di Balai Kota dibuka selama seminggu dan beroperasi pada hari dan jam kerja. Masyarakat dapat mengakses beragam jenis perizinan. Mulai dari layanan kependudukan, kesehatan, izin bangunan hingga usaha/investasi. Beberapa izin, sebut saja izin mendirikan bangunan (IMB), surat izin usaha perdagangan (SIUP), izin usaha toko modern (IUTM), izin gangguan (HO) dan lain sebagainya bisa dilayani di balai kota. Bahkan, warga juga dapat mengakses e-health, sebuah aplikasi yang memudahkan pasien puskesmas mendapatkan layanan kesehatan. Menurut Hendro, pada intinya kami ingin mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat.



Kamis, 23 April 2015

Apa Arti Sosok Kartini Bagi Wali Kota Risma?

Apa Arti Sosok Kartini Bagi Wali Kota Risma?


Hari ini, Selasa 21 April 2015 diperingati sebagai Hari Kartini. Apa arti sosok Ibu Kita Kartini bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini? Bagi Wali Kota Risma, sosok Raden Ajeng Kartini adalah perempuan hebat adalah perempuan yang mampu memberikan pengaruh dan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. "Peringatan Hari Kartini kali ini menjadi momen untuk merefleksikan diri bagi perempuan. Sebab Kartini adalah sosok yang tidak ubahnya seorang perempuan yang hebat," kata Tri Rismaharini kepada wartawan di Surabaya, Senin 20 April 2015.

Menurut Risma, saat ini eranya memang sudah beda dengan perempuan zaman dulu.Saat ini, katanya, Pemkot Surabaya bahkan sudah membuktikan bahwa perempuan pun bisa berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian kota.

Ternyata, kata Risma, kemajuannya memang jauh pesat dalam waktu yang singkat. Salah satunya dengan adanya program pemberdayaan perempuan yang diakukan pemerintah kota. 

Padahal sebelumnya banyak pihak yang meragukan bahwa perempuan bisa melakukan sesuatu dan menghasilkan sesuatu di sektor perekonomnian. Namun nyatanya di Surabaya semua itu terbukti.

"Lalu yang kedua wanita itu juga harus bergandengan tangan untuk menyelamatkan anak-anak kita. Sebab jika kita tidak bisa hanya fokus untuk menyelamatkan dan menjaga anak-anak kita, tapi kita acuh pada lingkungan tempat kita tinggal. Jika lingkungan kita tidak terkontrol, maka bisa-bisa pengaruh buruk juga akan mengenai anak-anak kita," ujar Risma.

Terlebih, lanjut Risma, dengan kondisi saat ini yang sangat rentan pada godaan pada anak-anak, mulai dari seks bebas, perdagangan manusia dan juga narkoba, senantiasa menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan dan juga seorang ibu. Karena itu, menurut Risma, perempuan tetap harus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Di sisi lain Risma juga mengingatkan para perempuan untuk bijak dalam menyikapi emansipasi. Sebab terkadang perempuan memandang emansipasi sebagai alat untuk mendapatkan previlage (keuntungan). "Ya jangan misalnya di satu sisi yang menguntungkan perempuan bilangnya emansipasi, tapi begitu ada sesuatu hal yang merugikan perempuan tidak setuju dengan emansipasi, ya harus bijak," ujarnya


Pemkot Surabaya Luncurkan Situs Antipoligami

Pemkot Surabaya Luncurkan Situs Antipoligami



Bijak memanfaatkan kemajuan teknologi, memang makin memudahkan beragam kebutuhan manusia. Setelah sukses meluncurkan daftar kematian dan kelahiran secara online, kini Dinas Kependudukan Kota Surabaya, Jawa Timur kembali meluncurkan situs antipoligami.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (8/4/2015), situs tersebut dibuat bukan sebagai bentuk penolakan terhadap poligami. Namun dengan situs ini, kaum hawa akan lebih terlindungi dari penipuan pria 'hidung belang' yang menutupi status perkawinannya agar bisa menikahi wanita lain.

Untuk mengaksesnya cukup mudah. Seseorang cukup mengakses laman sipdispendukcapil.surabaya.go.id. Lalu klik halaman cari pasangan. Kemudian memasukkan nama dan tanggal lahir pasangan. Muncullah rekam jejak pernikahan yang tercatat di database Dispendukcapil.
"Dengan harapan nanti penduduk Surabaya yang mau melakukan pernikahan, perkawinan, jadi mengetahui pasangannya. Pasangan mempelai pria atau wanitanya itu, jadi mengetahui masih terikat perkawinan apa tidak dengan pria lain," ujar Kadis Pendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo.

Situs yang disediakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini mendapat sambutan beragam.

"Cukup membantu, karena status kependudukan suami saya bisa tahu, suami saya itu seperti apa, masih bujangan atau tidak," ujar Linda Ayu, warga Kota Surabaya.

Untuk memudahkan warga mengakses situs tersebut, Pemkot Surabaya telah menyiapkan infrastruktur layanan online ini di kantor Dispenduk Capil, Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan. Situs antipoligami ini juga bisa diakses melalui internet.

Jumat, 17 April 2015

PEKAN KIM 2015 TAMPIL BEDA

PEKAN KIM 2015 TAMPIL BEDA


Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) kembali digelar. Sampai tahun 2014, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 7 kali pekan KIM, dan pada April 2015 ini merupakan kali ke-8.

Pekan KIM merupakan ajang mempererat jalinan koordinasi, sinergi, dan evaluasi pembangunan bidang komunikasi dan informasi. Sebagai lembaga yang berurusan dengan informasi, KIM selama ini terjebak pada urusan ekonomi dengan produk unggulan seperti kerajinan, pertanian, usaha kecil dan sejenisnya. Aktivitas KIM yang sedikit melenceng itu pada akhirnya muncul juga pada Pekan KIM yang seolah menjadi ajang memamerkan produk unggulan.

Menurut Kepala Bidang Jaringan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Jatim, Ambar Sulistyorini, niat pertama pembentukan KIM sebagai bentuk revitalisasi Kelompencapir (Kelompok Pendengar Pembaca dan Pirsawan) yang marak di era orde baru. Arah geraknya disesuaikan dengan kelompok tani, nelayan, pengusaha kecil dan berbagai kelompok masyarakat produktif lainnya. “Namun di era reformasi saat ini, KIM harusnya bergerak lebih jauh, tidak sama dengan kelompencapir di masa lalu,” katanya.

Kini pengembangan KIM berpedoman pada peraturan Menteri Kominfo No 8 Tahun 2010 tentang Lembaga Komunikasi Sosial. KIM digolongkan dalam lembaga komunikasi sosial bersama lembaga Pertunjukan Rakyat (Pertura) dan Lembaga Pemantau Media atau lembaga konsumen media.

Sebagai turunan dari peraturan menteri, Kementerian Kominfo RI juga menerbitkan pedoman pengembangan KIM yang menyebutkan bahwa kegiatan KIM adalah pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu juga ditegaskan bahwa KIM bertugas, 1. Mewujudkan masyarakat yang aktif, peka dan memahami informasi, 2. Memberdayakan masyarakat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, 3. Mewujudkan jaringan informasi dan media komunikasi dua arah, 4. Menghubungkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya.
Dari tugas-tugas itu, Kata Ambar, diharapkan KIM mampu menjalankan fungsi dengan benar yaitu sebagai wahana informasi, mitra dialog pemerintah, sarana peningkatan literasi informasi, media massa dan teknologi informasi, serta lembaga yang memiliki nilai ekonomi.
“Dengan begitu jelas bahwa peran KIM lebih pada pemberdayaan informasi daripada ekonomi,” katanya.
Ambar kemudian menunjuk contoh bagaimana pegiat KIM bisa memandu masyarakatnya untuk lebih selektif dan teliti dalam mengkonsumsi sajian televisi, seperti sinetron dan film kartun. “Film kartun saat ini identik dengan tontonan anak-anak yang menghibur. Padahal tak semua film kartun sehat. Misalnya yang sarat dengan agedan kekerasan,” tuturnya.

Dijelaskan juga, fungsi ekonomi KIM semata-mata hanya untuk menghidupkan keorganisasian KIM, karena di era reformasi KIM lebih dituntut kreatif dan mandiri. Pendekatannya bottom up. Tidak seperti kelompencapir yang pendekatannya bersifat top-down.

Namun dalam perkembangannya, KIM memang sudah seharusnya dikembalikan ke semangat awalnya (khittah), yakni sebagai lembaga informasi dan lembaga media. Kalau pun ada aktivitas ekonomi, hal itu bukanlah core bussiness KIM, melainkan hanya sebagai unsur penunjang untuk menghidupi aktivitas organisasi. "Karena itu kami tegaskan, KIM sekarang hanya perlu disempurnakan atau dikembalikan pada fungsi pengelolaan informasi daripada fungsi ekonominya," ujarnya.

Selain tiu, di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, KIM harus berbasis TIK. "Kami sekarang sudah mewajibkan setiap KIM memiliki blog sebagai media komunikasi KIM di dunia maya selain media komunikasi manual lainnya," katanya.

Semangat inilah, kata Ambar, yang akan diusung dalam Pekan KIM 2015 nanti di Nganjuk. Setiap gerai KIM diharapkan lebih didominasi produk informasi dan produk TIK daripada produk ekonomi yang selama ini lebih banyak menghiasi Pekan KIM yang lalu.

Sosialisasi
KIM pada dasarnya disiapkan sebagai lembaga komunikasi atau media milik masyarakat yang fungsi utamanya mengumpulkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi. Dalam fungsi sebagai media masyarakat inilah KIM dapat berperan menjadi media alternatif untuk menghadapi terpaan media yang terkadang isinya jauh dari kepentingan masyarakat.

Dinas Kominfo Jatim sudah mulai menyosialisasikan agar KIM kembali ke khittah-nya melalui berbagai forum, terutama pada Pekan KIM 2015 mendatang. Selain itu, materi lomba pada LCCK beberapa kali yang lalu sudah mulai mengarah pada produk informasi KIM bukan lagi menonjolkan produk unggulan. Pembinaan pun telah difokuskan pada penambahan kompetensi di bidang informasi melalui pelatihan penulisan artikel dan bidang TIK.
Target LCCK antara lain untuk mengukur kompetensi KIM baik dalam teknik penyebarluasan informasi melalui berbagai media atau komunikasi tatap muka dan mengukur pengetahuan mereka tentang isu-isu terkini. Dengan adanya lomba ini diharapkan pegiat KIM terpacu untuk meningkatkan kompetensinya.  
Bentuk konkret kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi KIM adalah ketika KIM mampu menjadi agen diseminasi informasi di tengah masyarakat melalui media tatap muka dan media cetak seperti buletin atau bahkan majalah. Selain itu menjadi media komunikasi dengan pihak eksternal melalui blog dan media sosial di dunia maya.

Perkembangan KIM
Lebih jauh dijelaskan, dalam perkembangannya, secara jumlah KIM dari tahun ke tahun terus meningkat. Namun dari sisi kualitas, KIM cenderung mandeg untuk beberapa daerah, namun berkembang di daerah lain. Dengan begitu memang tidak dapat digeneralisasi untuk setiap wilayah.
"Karena itulah kami akan melaksanakan pemetaan KIM pada tahun ini untuk melihat perkembangan KIM terkini. Sekaligus juga menerapkan klasifikasi KIM sehingga akan benar-benar terbaca perkembangan setiap KIM, apakah bisa naik level atau stagnan," ujar Ambar.

Bentuk dukungan lain yang diberikan pemerintah adalah dengan melibatkan KIM dalam program-program pemerintah. "Di tingkat provinsi, ini yang sedang kami rancang. Misalnya dengan melibatkan KIM dalam pemetaan KIM, penyelenggaraan serasehan KIM, dan sebagainya," katanya.
Kominfo sendiri memiliki kepentingan terhadap KIM. Sesuai dengan Pergub Jatim No.83/2008 tentang Tupoksi dan struktur Organisasi Dinas Kominfo Prov Jatim, pada pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa Bidang Jarkom Seksi Komunikasi Sosial mempunyai tugas menyiapkan Kebijakan Pengembangan KIM. Sesuai Amanat Pergub tersebut, Kominfo memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan KIM agar tetap berjalan sesuai garisnya.

Sesuai amanat semangat otonomi daerah, ada pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam hal ini, pembinaan yang dilakukan pemerintah provinsi terbatas pada fasilitasi program dan pembinaan KIM secara umum. Untuk pembinaan yang lebih teknis ada pada pemerintah kabupaten/kota.

Untuk itu, pihaknya sudah mengarahkan agar KIM yang memang dibentuk ditingkatkan masyarakat paling bawah di desa/kelurahan menjadi prioritas pemerintah desa/pengurus kelurahan. KIM sebagai bagian dari unsur masyarakat setidaknya dapat dilibatkan dalam musrenbangdes atau musrenbagkel. Selain itu KIM juga dapat berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan dana desa dan penyusunan APBDes, KIM juga harus dilibatkan. Beberapa desa dan kelurahan telah merespon hal ini dengan membeikan fasilitas ruangan dan fasilitas lain bagi KIM.

“Kemitraan KIM dengan pemerintah memang menjadi penting sebab KIM sebagai lembaga sosial yang paling dekat dengan masyarakat adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” tuturnya. (sti).

Sumber : Kominfo Jatim
Pelaku Pembuang Bayi di Spion Mobil Dibekuk Polisi

Pelaku Pembuang Bayi di Spion Mobil Dibekuk Polisi

Pelaku saat diamankan di Polsekta Sukolilo


Pelaku pembuangan bayi di spion mobil kawasan jalan Manyar Tirto Asri Surabaya akhirnya berhasil ditangkap polisi. 
Penangkapan pelaku berawal dari para saksi yang berada di kawasan tersebut. Polisi menangkap tersangka ditempat kos-kosannya. Inilah tersangka pembuang bayi mungil yang dikaitkan di spion. 
Tersangka adalah Kanah (36) warga asal Karang Pakis, Kediri, Jawa Timur yang tinggal di rumah kos kawasan Manyar Tirto Asri 11 nomor 9 Surabaya. Tersangka harus tertunduk malu saat digelandang jajaran kepolisian Polsek Sukolilo Surabaya. Tersangka merupakan ibu kandungnya sang bayi sendiri.
Tersangka terbukti membuang anaknya sendiri dengan melakban mulut bayi malang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tas kresek yang diletakkan di spion mobil. Tertangkapnya tersangka berawal dari para saksi yang diperiksa polisi. Dari keterangan tersebut, polisi menangkap tersangka di rumah kos-kosanya tak jauh dari tempat kejadian.
Sang ibu tega membuang bayi karena bayi tersebut hasil hubungan gelap dengan orang lain. Sementara nekat melakban bayi agar tangisan bayi tidak terdengar orang lain.
“Tersangka bingung mau dikasihkan ke siapa, akhirnya ditaruh kesitu dengan harapan nanti mungkin ada yang ambil dan menafkahi,” ujar Kompol Taufik Yulianto, Kapolsek Sukolilo Surabaya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah handuk beserta kaos yang menyisakan bercak darah dan skantong plastik. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 307 tentang pembuangan bayi dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. 
Sumber : Surabayanews
Tragis, bayi dilakban dibuang dalam plastik digantung di spion mobil

Tragis, bayi dilakban dibuang dalam plastik digantung di spion mobil

Bayi yg dibuang saat dirawat di RS Haji Sukolilo

Warga Jalan Manyar Tirto Asri 11 Sukolilo Surabaya Jawa Timur, geger pada Kamis (16/4) pagi. 

Sesosok bayi perempuan dalam kantung plastik hitam ditemukan warga setempat tergantung di spion mobil jenis Chevrolet milik warga. Untungnya, nyawa bayi masih diselamatkan. Bayi yang diperkirakan masih belum genap satu hari itu, ditemukan Wasri, salah satu warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB.
Wasri mengaku, semula dia mengira kantong plastik yang tergantung di spion mobil itu, berisi kucing. Namun, saat dibuka, ternyata berisi orok bayi dalam kondisi mulut dilakban. Beruntung, bayi itu masih bernapas. Karena lubang hidungnya tidak ikut tertutup lakban.

Oleh warga setempat, bayi tersebut sempat diberi susu formula, karena dalam keadaan menangis tiada henti. Warga kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya agar mendapat perawatan intensif.
"Waktu itu, saya mau ke toko sebelah gang untuk beli sesuatu. Terus waktu melintas di ujung gang, saya lihat ada tas kresek tergantung di spion mobil milik warga yang terparkir di pinggir jalan. Saya dengar ada suara di dalamnya, kemudian saya buka. Saya kira kucing, ternyata bayi," terang Warsi di RS Haji Sukolilo, Surabaya.
Warsi juga mengaku, tubuh bayi tersebut masih melekat banyak darah. "Kemungkinan baru lahir terus dibuang sama orang tuanya," sambung dia.

Sementara menurut keterangan perwat di RS Haji, saat dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut sudah dalam kondisi membiru, karena pengaruh hawa dingin. Sebelum ditemukan Warsi, bayi tersebut juga tersiram air hujan malam tadi.
Terkait peristiwa ini, pihak kepolisian dari Polsek Sukolilo, belum dapat memberikan keterangan apa-pun juga karena masih akan dilakukan proses lebih lanjut secepat mungkin.

Sumber : Merdeka.com

Kamis, 09 April 2015

Rabu, 08 April 2015

Jumat, 30 Januari 2015

Welcome 2015, Surabaya ready to MEA

Welcome 2015, Surabaya ready to MEA

Selamat datang 2015, Surabaya siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

Tahun 2015 ini kita akan menghadapi MEA, dimana negara-negara lain akan dengan mudahnya menjual produk-produknya di Indonesia khususnya Kota Surabaya.
Sebagai warga Surabaya kita harus menyiapkan diri, usaha dan produk kita agar supaya tidak hanya menjadi penonton dikota sendiri, kita harus ikut menjadi aktor dan terlibat didalamnya.
Pengrajin, pedagang dan pengusaha Surabaya harus lebih bersemangat, lebih kreatif dan banyak berinovasi supaya tidak tergilas dan tertindas oleh pengusaha serta produk-produk dari negara lain.
Sekali lagi mari kita kepalkan tangan,singsingkan lengan baju untuk siap dan semangat menyambut MEA 2015.
2015-Kambing Kayu-Berinovasi
Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 mendatang.
Ini akan mempengaruhi banyak orang, terutama pekerja yang berkecimpung pada sektor keahlian khusus.
Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui dan antisipasi dalam menghadapi pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Apa itu Masyarakat Ekonomi Asean?

Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang.
Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Bagaimana itu mempengaruhi Anda?

Berbagai profesi seperti tenaga medis boleh diisi oleh tenaga kerja asing pada 2015 mendatang.
Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.
Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menjelaskan bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing.
"Pembatasan, terutama dalam sektor tenaga kerja profesional, didorong untuk dihapuskan," katanya.
"Sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya."

Apakah tenaga kerja Indonesia bisa bersaing dengan negara Asia Tenggara lain?

Sejumlah pimpinan asosiasi profesi mengaku cukup optimistis bahwa tenaga kerja ahli di Indonesia cukup mampu bersaing.
Ketua Persatuan Advokat Indonesia, Otto Hasibuan, misalnya mengatakan bahwa tren penggunaan pengacara asing di Indonesia malah semakin menurun.
"Pengacara-pengacara kita, apalagi yang muda-muda, sudah cukup unggul. Selama ini kendala kita kan cuma bahasa. Tetapi sekarang banyak anggota-anggota kita yang sekolah di luar negeri," katanya.
Di sektor akuntansi, Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo, mengakui ada kekhawatiran karena banyak pekerja muda yang belum menyadari adanya kompetisi yang semakin ketat.
"Selain kemampuan Bahasa Inggris yang kurang, kesiapan mereka juga sangat tergantung pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar negeri."

Bagaimana Indonesia mengantisipasi arus tenaga kerja asing?

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menyatakan tidak ingin "kecolongan" dan mengaku telah menyiapkan strategi dalam menghadapi pasar bebas tenaga kerja.
"Oke jabatan dibuka, sektor diperluas, tetapi syarat diperketat. Jadi buka tidak asal buka, bebas tidak asal bebas," katanya.
"Kita tidak mau tenaga kerja lokal yang sebetulnya berkualitas dan mampu, tetapi karena ada tenaga kerja asing jadi tergeser.
Sejumlah syarat yang ditentukan antara lain kewajiban berbahasa Indonesia dan sertifikasi lembaga profesi terkait di dalam negeri.
Permintaan tenaga kerja jelang MEA akan semakin tinggi, kata ILO.

Apa keuntungan MEA bagi negara-negara Asia Tenggara?

Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar.
Selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara.
Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta.
Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.
Namun laporan ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi.
Sumber  bbc.co.uk di Posting oleh Cak Topan

Demam berdarah kembali menyerang

Demam berdarah kembali menyerang

Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.

Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.
Pasien DBD - News.Liputan6

Gejala penyakit DBD sampai sekarang memang tidak terduga. Namun secara umum, penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Namun sayangnya, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Akibatnya, sampai sekarang sering terjadi salah diagnosis. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya.

Gejala Demam Berdarah Dengue


1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC     atau lebih.
2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.
3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).
4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah
5. Tes Torniquet positif
6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura
7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung
8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput         lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya
9. Hematemesis atau melena
10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)
11. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh             darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
  • Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
  • Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
  • Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia

Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

Dr Rita menjelaskan dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:
  1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
  2. Kompres agar panasnya turun.
  3. Memberikan obat penurun panas.
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

Cara Penularan Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.
Nyamuk Aedes Aegepty
Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:
  • Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
  • Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
  • Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
  • Mampu terbang sampai 100 meter
Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.

Cara Pencegahan, Pengobatan dan Penanganan

Cara pencegahan dilakukan dengan :

1. Pemberantasan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan
Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi
Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini
Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika.
Fogiing / Pengasapan


Cara penanganan pasien DBD antara lain:
  1. Monitor suhu tubuh penderita setiap hari
  2. Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
  3. Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
  4. Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
  5. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
  6. Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.
Writed by Dr. Dadan Harjana