Tampilkan postingan dengan label Informasi Klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Klasik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2023

Persiapan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)

Persiapan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)



Kamis, 2 Februari 2023 Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya, sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya pada tahun ini

Untuk memastikan kelurahan Klampis Ngasem siap mengikuti lomba, beberapa persiapan awal akan dilakukan seperti pengumpulan dokumentasi kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya

Selain itu, juga akan mengadakan sosialisasi kepada warga agar lebih memahami tentang pentingnya gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Seluruh warga Kelurahan Klampis Ngasem diharapkan akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gotong royong, seperti pembersihan jalan, saluran air, pembuatan taman, dan sebagainya

Kelurahan Klampis Ngasem sangat berharap dapat menjadi juara dalam lomba ini dan menjadi kelurahan terbaik dalam hal gotong royong dan peduli lingkungan. Acara ini merupakan ajang bagi warga untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekitar dan mempererat tali silaturahmi antar warga

Sosialisasi mengenai persiapan Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ini disampaikan oleh Bu Iin dari Kecamatan Sukolilo dan Bapak Fajar Fanani selaku Lurah Kelurahan Klampis Ngasem serta dihadiri oleh Bapak Kusnadi selaku Ketua LPMK dan beberapa perwakilan RW serta staf Kelurahan Klmpis Ngasem

Bu Iin dan Bapak Fajar Fanani menjelaskan tentang tata cara kegiatan yang akan dilakukan dan juga menginginkan agar semua dapat mempersiapkan diri dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini

Bapak Kusnadi menyampaikan apresiasi atas sosialisasi yang dilakukan dan menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga lingkungan juga menaruh harapan agar Kelurahan Klampis Ngasem dapat menjadi juara dalam lomba BBGRM meskipun juara bukan tujuan utama

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan semangat warga Kelurahan Klampis Ngasem dalam mengikuti lomba BBGRM dan bergotong royong untuk menjadikan lingkungan Kelurahan Klampis Ngasem lebih baik lagi. (CT-KIM)


Rabu, 01 Februari 2023

KIM Klampisngasem Sukolilo Surabaya

KIM Klampisngasem Sukolilo Surabaya


Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Klampisngasem adalah sebuah kelompok yang berdiri dan dibentuk untuk membantu masyarakat dalam hal penyampaian informasi.

Tujuan utama dari KIM Klampisngasem adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membantu dalam hal penyampaian informasi programpemerintah hingga sampai dilapisan masyarakat terbawah RT/RW dan begitu pula sebaliknya.

KIM Klampisngasem juga memainkan peran penting dalam mempromosikan program-program pemerintah dan membantu masyarakat dalam memahami program-program tersebut. KIM juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memecahkan masalah-masalah masyarakat setempat.

Untuk membantu masyarakat, KIM Klampisngasem memiliki pengurus dengan loyalitas tinggi sebagai pegiat sosial serta memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu masyarakat, seperti komputer, gadget, kamera dan jaringan internet serta ditunjang atribut berupa rompi dan idcard.

Dalam menjalankan tugasnya, KIM Klampisngasem bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti kelurahan, kecamatan, dan pemerintah kota. Juga memiliki jaringan dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat setempat.

Dengan adanya KIM Klampisngasem, masyarakat akan lebih mudah dalam mengakses informasi dan mampu membedakan antara informasi yang benar dan tidak benar.

Dengan adanya dukungan dan pembinaan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Klampisngasem berharap dapat menjadi jembatan informasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

Harapan ini didasarkan pada peran penting KIM dalam membantu penyampaian informasi terkait program-program pemerintah terbaru hingga sampai ke lapisan masyarakat terbawah. Dengan adanya KIM Klampisngasem, masyarakat akan lebih mudah mengetahui program-program pemerintah yang ada dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya.

Selain itu, KIM juga diharapkan dapat menjadi saluran yang efektif bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi maupun keluhan mereka kepada pemerintah dan OPD terkait. Ini akan membantu pemerintah dan OPD dalam memahami dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Dengan demikian, dukungan dan pembinaan dari DINKOMINFO Kota Surabaya akan membantu KIM Klampisngasem dalam memainkan peran yang lebih efektif sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan adanya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Klampisngasem, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam hal teknologi informasi dan komunikasi, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi digital.

Era saat ini sangat ditandai oleh perkembangan pesat dalam hal teknologi informasi dan komunikasi, sehingga memiliki keterampilan dan kemampuan dalam hal ini sangat penting bagi masyarakat. KIM Klampisngasem dapat membantu masyarakat dalam hal ini dengan memberikan akses ke fasilitas dan sumber daya yang tersedia, serta membantu dalam hal pelatihan dan pendidikan tentang teknologi digital.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuannya dalam hal teknologi informasi dan komunikasi, dan menjadi lebih melek digital. Ini akan membantu masyarakat dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam era digital dan mempermudah dalam hal akses informasi dan komunikasi.





Untuk diketahui, bahwa SK-KIM Kelurahan Klampisngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya sudah diperbarui pada periode tahun 2023-2026. Ini menunjukkan bahwa KIM tersebut masih aktif dan berkembang, serta memainkan peran penting dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan adanya perbaruan ini, diharapkan KIM Klampisngasem dapat berfungsi dengan lebih baik dan efektif, serta dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat dan pemerintah. Ini akan membantu dalam membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat serta mempermudah dalam hal penyampaian informasi dan pemecahan masalah.

Dengan demikian, perbaruan SK-KIM Klampisngasem pada periode 2023-2026 adalah hal yang positif dan harus diterima dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah. Hal ini akan membantu dalam memajukan Kelurahan Klampisngasem dan Kecamatan Sukolilo, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (CT-KIM)

Serah Terima Jabatan Ketua LPMK Klampisngasem Sukolilo Surabaya

Serah Terima Jabatan Ketua LPMK Klampisngasem Sukolilo Surabaya



Surabaya, 2 Januari 2023 - Hari ini, di Pendopo Kelurahan Klampisngasem Kecamatan Sukolilo Surabaya, terselenggara acara serah terima jabatan ketua LPMK Klampisngasem Sukolilo. Acara yang dipimpin oleh Bapak Rahmat Ihya selaku Ketua LPMK Klampisngasem selama periode 2023-2027, berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, pemimpin kelurahan, tokoh masyarakat, dan media cetak.

Bapak Rahmat Ihya dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya sangat bahagia dapat menjalani tugas sebagai ketua LPMK Klampisngasem selama 4 tahun, dan berharap agar program-program yang sudah dicanangkan bersama selama ini bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Setelah itu, Bapak Rahmat Ihya memberikan simbolis serah terima jabatan kepada Bapak Kusnadi sebagai ketua baru LPMK Klampisngasem periode 2023-2027. Bapak Kusnadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya akan melanjutkan program-program yang sudah ada dan akan berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memajukan kemajuan masyarakat Klampisngasem.

Acara serah terima jabatan ketua LPMK Klampisngasem ini menjadi bukti bahwa masyarakat Klampisngasem memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap pengembangan dan kemajuan lingkungan mereka. Semoga dengan adanya serah terima jabatan ini, LPMK Klampisngasem dapat lebih berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ketua Baru Bpk. Kusnadi Berjanji akan Terus Berkoordinasi dan Berkoordinasi dengan Masyarakat

Dalam sambutannya, Bapak Kusnadi juga berjanji akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan masyarakat Klampisngasem dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ketua LPMK. Ia juga mengatakan akan memprioritaskan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Klampisngasem dalam menentukan program-program yang akan dicanangkan.

Bapak Kusnadi mengatakan bahwa ia akan bekerja keras dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di lingkungan Klampisngasem, seperti masalah keamanan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Acara serah terima jabatan ketua LPMK Klampisngasem ini berlangsung dengan suasana yang cukup meriah, dimana para tamu undangan dapat berkumpul dan berinteraksi satu sama lain. Terdapat juga pemutaran video dokumentasi kegiatan LPMK selama periode sebelumnya yang dapat memberikan gambaran tentang kegiatan dan program yang sudah dilaksanakan.

Pada akhir acara, Bapak Rahmat Ihya dan Bapak Kusnadi diterima oleh warga Klampisngasem yang hadir dan berfoto bersama sebagai tanda sukses serah terima jabatan yang berlangsung dengan baik. Semoga dengan adanya serah terima jabatan ini, LPMK Klampisngasem dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Klampisngasem.

Acara Serah Terima Jabatan ini Dihadiri oleh Seluruh Ketua RW dan Disaksikan Langsung oleh Lurah Klampisngasem

Acara serah terima jabatan ketua LPMK Klampisngasem ini dihadiri oleh seluruh ketua RW dari RW 1 sampai RW 9. Kehadiran ketua RW ini memberikan dukungan dan keseriusan dalam upaya untuk membangun lingkungan Klampisngasem.



Acara juga disaksikan langsung oleh Lurah Klampisngasem, Ibu Lailatus Sa'adah L., SH. Ibu Lailatus Sa'adah dalam sambutannya mengatakan bahwa ia akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan LPMK dalam membangun lingkungan Klampisngasem.

Dengan hadirnya ketua RW dan Lurah Klampisngasem, diharapkan dapat mempererat sinergi dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah yang ada. Kegiatan serah terima jabatan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam membangun lingkungan Klampisngasem yang lebih baik.

Semoga dengan adanya serah terima jabatan ini, LPMK Klampisngasem dapat terus bekerja dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Klampisngasem. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, ketua RW juga berharap agar LPMK bisa memperhatikan dan bekerjasama dengan seluruh kader dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam membangun lingkungan Klampisngasem. Kader dan KIM memiliki peran yang sangat penting dalam membangun lingkungan yang baik.

Kader dan KIM memiliki keterlibatan yang cukup tinggi dengan masyarakat dan dapat membantu dalam mengatasi berbagai masalah sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, kerjasama yang baik antara LPMK dan kader-kader dan KIM diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi lingkungan Klampisngasem.

LPMK juga diharapkan dapat memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dan mengintegrasikan dengan program-program yang sedang dikerjakan. Hal ini akan menjadi bentuk kepedulian LPMK terhadap masyarakat dan lingkungan Klampisngasem.

Semoga dengan adanya harapan ini, LPMK dapat bekerja sama dengan baik dengan seluruh kader dan KIM dan memberikan manfaat yang optimal bagi lingkungan Klampisngasem. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. (CT-KIM)

Kamis, 30 September 2021

Sentra Wisata Kuliner DELES

Sentra Wisata Kuliner DELES

 


Sentra Wisata Kuliner DELES Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya merupakan sarana berburu kuliner yang cukup di gandrungi dari segala usia selain itu tempatnya yang bersih membuat pengunjung merasa nyaman. Dengan beragam fasilitas seperti Parkir Luas, Live Musik, MUsholla, Free Wi Fi, Toilet, Gazebo nyaman dan Sarana Olah Raga. Dengan Harga Murah dan Terjangkau.

Senin, 12 November 2018

Jumat, 17 April 2015

PEKAN KIM 2015 TAMPIL BEDA

PEKAN KIM 2015 TAMPIL BEDA


Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) kembali digelar. Sampai tahun 2014, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 7 kali pekan KIM, dan pada April 2015 ini merupakan kali ke-8.

Pekan KIM merupakan ajang mempererat jalinan koordinasi, sinergi, dan evaluasi pembangunan bidang komunikasi dan informasi. Sebagai lembaga yang berurusan dengan informasi, KIM selama ini terjebak pada urusan ekonomi dengan produk unggulan seperti kerajinan, pertanian, usaha kecil dan sejenisnya. Aktivitas KIM yang sedikit melenceng itu pada akhirnya muncul juga pada Pekan KIM yang seolah menjadi ajang memamerkan produk unggulan.

Menurut Kepala Bidang Jaringan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Jatim, Ambar Sulistyorini, niat pertama pembentukan KIM sebagai bentuk revitalisasi Kelompencapir (Kelompok Pendengar Pembaca dan Pirsawan) yang marak di era orde baru. Arah geraknya disesuaikan dengan kelompok tani, nelayan, pengusaha kecil dan berbagai kelompok masyarakat produktif lainnya. “Namun di era reformasi saat ini, KIM harusnya bergerak lebih jauh, tidak sama dengan kelompencapir di masa lalu,” katanya.

Kini pengembangan KIM berpedoman pada peraturan Menteri Kominfo No 8 Tahun 2010 tentang Lembaga Komunikasi Sosial. KIM digolongkan dalam lembaga komunikasi sosial bersama lembaga Pertunjukan Rakyat (Pertura) dan Lembaga Pemantau Media atau lembaga konsumen media.

Sebagai turunan dari peraturan menteri, Kementerian Kominfo RI juga menerbitkan pedoman pengembangan KIM yang menyebutkan bahwa kegiatan KIM adalah pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu juga ditegaskan bahwa KIM bertugas, 1. Mewujudkan masyarakat yang aktif, peka dan memahami informasi, 2. Memberdayakan masyarakat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, 3. Mewujudkan jaringan informasi dan media komunikasi dua arah, 4. Menghubungkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya.
Dari tugas-tugas itu, Kata Ambar, diharapkan KIM mampu menjalankan fungsi dengan benar yaitu sebagai wahana informasi, mitra dialog pemerintah, sarana peningkatan literasi informasi, media massa dan teknologi informasi, serta lembaga yang memiliki nilai ekonomi.
“Dengan begitu jelas bahwa peran KIM lebih pada pemberdayaan informasi daripada ekonomi,” katanya.
Ambar kemudian menunjuk contoh bagaimana pegiat KIM bisa memandu masyarakatnya untuk lebih selektif dan teliti dalam mengkonsumsi sajian televisi, seperti sinetron dan film kartun. “Film kartun saat ini identik dengan tontonan anak-anak yang menghibur. Padahal tak semua film kartun sehat. Misalnya yang sarat dengan agedan kekerasan,” tuturnya.

Dijelaskan juga, fungsi ekonomi KIM semata-mata hanya untuk menghidupkan keorganisasian KIM, karena di era reformasi KIM lebih dituntut kreatif dan mandiri. Pendekatannya bottom up. Tidak seperti kelompencapir yang pendekatannya bersifat top-down.

Namun dalam perkembangannya, KIM memang sudah seharusnya dikembalikan ke semangat awalnya (khittah), yakni sebagai lembaga informasi dan lembaga media. Kalau pun ada aktivitas ekonomi, hal itu bukanlah core bussiness KIM, melainkan hanya sebagai unsur penunjang untuk menghidupi aktivitas organisasi. "Karena itu kami tegaskan, KIM sekarang hanya perlu disempurnakan atau dikembalikan pada fungsi pengelolaan informasi daripada fungsi ekonominya," ujarnya.

Selain tiu, di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, KIM harus berbasis TIK. "Kami sekarang sudah mewajibkan setiap KIM memiliki blog sebagai media komunikasi KIM di dunia maya selain media komunikasi manual lainnya," katanya.

Semangat inilah, kata Ambar, yang akan diusung dalam Pekan KIM 2015 nanti di Nganjuk. Setiap gerai KIM diharapkan lebih didominasi produk informasi dan produk TIK daripada produk ekonomi yang selama ini lebih banyak menghiasi Pekan KIM yang lalu.

Sosialisasi
KIM pada dasarnya disiapkan sebagai lembaga komunikasi atau media milik masyarakat yang fungsi utamanya mengumpulkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi. Dalam fungsi sebagai media masyarakat inilah KIM dapat berperan menjadi media alternatif untuk menghadapi terpaan media yang terkadang isinya jauh dari kepentingan masyarakat.

Dinas Kominfo Jatim sudah mulai menyosialisasikan agar KIM kembali ke khittah-nya melalui berbagai forum, terutama pada Pekan KIM 2015 mendatang. Selain itu, materi lomba pada LCCK beberapa kali yang lalu sudah mulai mengarah pada produk informasi KIM bukan lagi menonjolkan produk unggulan. Pembinaan pun telah difokuskan pada penambahan kompetensi di bidang informasi melalui pelatihan penulisan artikel dan bidang TIK.
Target LCCK antara lain untuk mengukur kompetensi KIM baik dalam teknik penyebarluasan informasi melalui berbagai media atau komunikasi tatap muka dan mengukur pengetahuan mereka tentang isu-isu terkini. Dengan adanya lomba ini diharapkan pegiat KIM terpacu untuk meningkatkan kompetensinya.  
Bentuk konkret kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi KIM adalah ketika KIM mampu menjadi agen diseminasi informasi di tengah masyarakat melalui media tatap muka dan media cetak seperti buletin atau bahkan majalah. Selain itu menjadi media komunikasi dengan pihak eksternal melalui blog dan media sosial di dunia maya.

Perkembangan KIM
Lebih jauh dijelaskan, dalam perkembangannya, secara jumlah KIM dari tahun ke tahun terus meningkat. Namun dari sisi kualitas, KIM cenderung mandeg untuk beberapa daerah, namun berkembang di daerah lain. Dengan begitu memang tidak dapat digeneralisasi untuk setiap wilayah.
"Karena itulah kami akan melaksanakan pemetaan KIM pada tahun ini untuk melihat perkembangan KIM terkini. Sekaligus juga menerapkan klasifikasi KIM sehingga akan benar-benar terbaca perkembangan setiap KIM, apakah bisa naik level atau stagnan," ujar Ambar.

Bentuk dukungan lain yang diberikan pemerintah adalah dengan melibatkan KIM dalam program-program pemerintah. "Di tingkat provinsi, ini yang sedang kami rancang. Misalnya dengan melibatkan KIM dalam pemetaan KIM, penyelenggaraan serasehan KIM, dan sebagainya," katanya.
Kominfo sendiri memiliki kepentingan terhadap KIM. Sesuai dengan Pergub Jatim No.83/2008 tentang Tupoksi dan struktur Organisasi Dinas Kominfo Prov Jatim, pada pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa Bidang Jarkom Seksi Komunikasi Sosial mempunyai tugas menyiapkan Kebijakan Pengembangan KIM. Sesuai Amanat Pergub tersebut, Kominfo memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan KIM agar tetap berjalan sesuai garisnya.

Sesuai amanat semangat otonomi daerah, ada pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam hal ini, pembinaan yang dilakukan pemerintah provinsi terbatas pada fasilitasi program dan pembinaan KIM secara umum. Untuk pembinaan yang lebih teknis ada pada pemerintah kabupaten/kota.

Untuk itu, pihaknya sudah mengarahkan agar KIM yang memang dibentuk ditingkatkan masyarakat paling bawah di desa/kelurahan menjadi prioritas pemerintah desa/pengurus kelurahan. KIM sebagai bagian dari unsur masyarakat setidaknya dapat dilibatkan dalam musrenbangdes atau musrenbagkel. Selain itu KIM juga dapat berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan dana desa dan penyusunan APBDes, KIM juga harus dilibatkan. Beberapa desa dan kelurahan telah merespon hal ini dengan membeikan fasilitas ruangan dan fasilitas lain bagi KIM.

“Kemitraan KIM dengan pemerintah memang menjadi penting sebab KIM sebagai lembaga sosial yang paling dekat dengan masyarakat adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” tuturnya. (sti).

Sumber : Kominfo Jatim
Pelaku Pembuang Bayi di Spion Mobil Dibekuk Polisi

Pelaku Pembuang Bayi di Spion Mobil Dibekuk Polisi

Pelaku saat diamankan di Polsekta Sukolilo


Pelaku pembuangan bayi di spion mobil kawasan jalan Manyar Tirto Asri Surabaya akhirnya berhasil ditangkap polisi. 
Penangkapan pelaku berawal dari para saksi yang berada di kawasan tersebut. Polisi menangkap tersangka ditempat kos-kosannya. Inilah tersangka pembuang bayi mungil yang dikaitkan di spion. 
Tersangka adalah Kanah (36) warga asal Karang Pakis, Kediri, Jawa Timur yang tinggal di rumah kos kawasan Manyar Tirto Asri 11 nomor 9 Surabaya. Tersangka harus tertunduk malu saat digelandang jajaran kepolisian Polsek Sukolilo Surabaya. Tersangka merupakan ibu kandungnya sang bayi sendiri.
Tersangka terbukti membuang anaknya sendiri dengan melakban mulut bayi malang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tas kresek yang diletakkan di spion mobil. Tertangkapnya tersangka berawal dari para saksi yang diperiksa polisi. Dari keterangan tersebut, polisi menangkap tersangka di rumah kos-kosanya tak jauh dari tempat kejadian.
Sang ibu tega membuang bayi karena bayi tersebut hasil hubungan gelap dengan orang lain. Sementara nekat melakban bayi agar tangisan bayi tidak terdengar orang lain.
“Tersangka bingung mau dikasihkan ke siapa, akhirnya ditaruh kesitu dengan harapan nanti mungkin ada yang ambil dan menafkahi,” ujar Kompol Taufik Yulianto, Kapolsek Sukolilo Surabaya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah handuk beserta kaos yang menyisakan bercak darah dan skantong plastik. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 307 tentang pembuangan bayi dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. 
Sumber : Surabayanews
Tragis, bayi dilakban dibuang dalam plastik digantung di spion mobil

Tragis, bayi dilakban dibuang dalam plastik digantung di spion mobil

Bayi yg dibuang saat dirawat di RS Haji Sukolilo

Warga Jalan Manyar Tirto Asri 11 Sukolilo Surabaya Jawa Timur, geger pada Kamis (16/4) pagi. 

Sesosok bayi perempuan dalam kantung plastik hitam ditemukan warga setempat tergantung di spion mobil jenis Chevrolet milik warga. Untungnya, nyawa bayi masih diselamatkan. Bayi yang diperkirakan masih belum genap satu hari itu, ditemukan Wasri, salah satu warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB.
Wasri mengaku, semula dia mengira kantong plastik yang tergantung di spion mobil itu, berisi kucing. Namun, saat dibuka, ternyata berisi orok bayi dalam kondisi mulut dilakban. Beruntung, bayi itu masih bernapas. Karena lubang hidungnya tidak ikut tertutup lakban.

Oleh warga setempat, bayi tersebut sempat diberi susu formula, karena dalam keadaan menangis tiada henti. Warga kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya agar mendapat perawatan intensif.
"Waktu itu, saya mau ke toko sebelah gang untuk beli sesuatu. Terus waktu melintas di ujung gang, saya lihat ada tas kresek tergantung di spion mobil milik warga yang terparkir di pinggir jalan. Saya dengar ada suara di dalamnya, kemudian saya buka. Saya kira kucing, ternyata bayi," terang Warsi di RS Haji Sukolilo, Surabaya.
Warsi juga mengaku, tubuh bayi tersebut masih melekat banyak darah. "Kemungkinan baru lahir terus dibuang sama orang tuanya," sambung dia.

Sementara menurut keterangan perwat di RS Haji, saat dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut sudah dalam kondisi membiru, karena pengaruh hawa dingin. Sebelum ditemukan Warsi, bayi tersebut juga tersiram air hujan malam tadi.
Terkait peristiwa ini, pihak kepolisian dari Polsek Sukolilo, belum dapat memberikan keterangan apa-pun juga karena masih akan dilakukan proses lebih lanjut secepat mungkin.

Sumber : Merdeka.com

Kamis, 09 April 2015

Rabu, 08 April 2015

Senin, 10 November 2014

Dikira Bercanda, Adi Tenggelam di Pantai Gianyar Bali

Dikira Bercanda, Adi Tenggelam di Pantai Gianyar Bali

Ito (32) termenung dibibir pantai. Pandangannya kosong. Ia dan belasan teman yang lain masih menaruh harapan pada penemuan sosok Adi satriyo (34), warga asal Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya yang tenggelam di Pantai Lebih Gianyar, dalam kondisi hidup maupun sudah meninggal.
“Kami mau menunggu sampai besok (hari ini). Kami mau nginap di sini,” ujar Ito dengan lirih saat di temui Tribun Bali, Jumat (7/11/2014) malam.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa tenggelamnya Adi terjadi sekitar pukul 18.30 Wita, saat matahari belum tenggelam sempurna. Awalnya, Ia beserta tiga kawannya (Arif dan Aci), sekitar pukul 17.30 Wita jalan-jalan ke Pantai Lebih.
Namun waktu itu, hanya Adi yang memberanikan diri mandi di sisi barat Pantai Lebih. Tak lama berselang, Adi yang kesehariannya bekerja melukis relief di Bali Marine Safari Park, tampak meminta pertolongan.
Namun Ito dan teman-teman yang lain hanya berdiam diri seraya tertawa, mengira Adi yang terkenal sebagai sosok yang humoris, sedang bercanda. “Saya kira bercanda, ternyata beberan tenggelam,” kata Ito.
Beberapa saat kemudian, kejadian yang awalnya dianggap candaan berubah menjadi kekhawatiran. Ito dan dua temannya mulai panik setelah yakin bahwa Adi benar-benar tenggelam.
Karena lokasi Adi yang sudah agak ke tengah dan jauh dari bibir pantai, Ito dan teman-teman yang lain tidak bisa berbuat banyak saat tahu temannya tenggelam.
“Kami hanya tertegun. Ada lima anak kecil belajar selancar yang berusaha menolong Adi. Tapi gak kuat dan akhirnya dilepaskan,” ujar warga asal Yosowilangun, Lumajang ini. (Tribunnews)


Adi Satriyo adalah sosok pemuda yang baik dengan jiwa senimannya sebagi pemusik dan pelukis dia senantiasa melakukan yang terbaik di lingkungan Klampisngasem.

Bekerja di Bali bersama teman-teman seprofesi adalah tuntutan untuk tetap bertahan hidup, sebagai tulang punggung keluarga tak peduli jauh dan beratnya pekerjaan itu.
Bermaksud menghibur diri, selepas bekerja berat pukul 17.00, mandi dan berenang di pantai dekat dengan tempatnya bekerja.
Namun Tuhan berkendak lain, Mas Adi harus pergi meninggalkan kita semua.
Selamat jalan saudaraku semoga kau tenang disisiNya, amiin ...

Rabu, 16 April 2014

 Technical Meeting LCCK KIM 2014

Technical Meeting LCCK KIM 2014


Setelah melakukan presentasi ataupun pemaparan di depan tiga juri pembina KIM Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu, maka diharapkan KIM Klasik, KIM Ampel dan KIM Mojo mampu dan siap untuk mengikuti Lomba Cerdik Cermat Komunikatif Kelompok Informasi Masyarakat ( LCCK KIM ) Tingkat Kota Surabaya Tahun 2014.

Diskominfo Kota Surabaya kembali mengundang ketiga pengurus KIM tersebut agar hadir pada acara Technical Meeting Final LCCK KIM 2014 pada Tanggal 14 April 2014 pukul 09.00 Wib di Ruang Rapat Dinas Kominfo Surabaya.

Technical Meeting yang dipimpin dan dipandu oleh Bpk. Basuki Rianto, Ibu Novi dan Mas Yanuar dan lainnya dari Diskominfo Surabaya, Sementara KIM Klasik diwakili oleh Bpk. Wantok SX selaku Ketua dan Mas Anis Sofyan selaku Sekretaris KIM Klasik.


Pertemuan tersebut membuahkan hasil Resume dengan kesimpulan sebagai berikut :
Pelaksanaan Final LCCK KOIM 2014
Hari/Tgl.  : Minggu, 27 April 2014
Pukul       :   08.00 WIB s/d Selesai  (peserta dimohon hadir pukul 06.00 WIB)
Tempat    :   Sentra Ikan Bulak (SIB) (tentative) Surabaya.
                   ( Semua peserta berharap agar tempatnya di Taman Bungkul Surabaya )

Babak Penilaian :
- Babak I   (Update Blog) point 31 ---> Materi boleh diluar wilayah KIM
- Babak II (Cepat Tepat) point 30 ---> Tidak boleh menekan bel sebelum pertanyaan selesai
- Babak III (Teatrikal) point 39     ---> Menampilkan teatrikal terkait wilayah KIM / Surabaya

Undian Babak I (Update Blog) :
- Bidang Pendidikan : KIM Ampel
- Bidang Pengentasan kemiskinan masyarakat : KIM Mojo
- Bidang Pemberdayaan Koperasi/UMKM : KIM Klasik

Undian Babak III  (Teatrikal)  :
- Bidang Lingkungan hidup : KIM Ampel
- Bidang Kesehatan : KIM Mojo
- Bidang Perluasan Lapangan Pekerjaan : KIM Klasik

Acara tersebut wajib disuport oleh Tim suporter / yel-yel sebanyak kurang lebih 15 orang dengan membawa alat tabuh sedangkan Stand UMKM disediakan oleh Panitia dan dapat dipergunakan untuk memamerkan serta menjual hasil UMKM.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan semoga apa yang nantinya akan kita laksanakan dapat berjalan lancar, sukses, berguna dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Surabaya. ------------ Mohon do'a restu.

Minggu, 30 Maret 2014

Presentasi dan Pembinaan KIM

Presentasi dan Pembinaan KIM


Kamis, 27 Maret 2014  Pukul. 08.30 Wib.
Lima Kelompok Informasi Masyarakat yang telah menyampaikan proposalnya, diundang oleh DISKOMINFO untuk hadir di Ruang ATCS lantai 6 Gedung Pemerintah Kota Surabaya.
Adapun Keenam Kelompok Informasi Masyarakat tersebut adalah :
1. KIM Mantra dari Kecamatan Krembangan
2. KIM Klasik dari Kecamatan Sukolilo
3. KIM Suramadu dari Kecamatan Kenjeran
4. KIM Ampel dari Kecamatan Semampir
5. KIM Mojo dari Kecamatan Gubeng

Kelima Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang diwakili oleh masing-masing 3 pengurusnya tersebut diminta untuk mempresentasikan langsung dihadapan 3 Juri Pembina KIM Kota Surabaya, yakni :
 - Bpk. Irfan  dari Diskominfo Kota Surabaya
 - Ibu Sari  dari Universitas Airlangga Surabaya
 - Bpk. Rachmad dari Universitas Airlangga Surabaya
Paparan singkat tentang KIM, visi dan misi, susunan pengurus, keberadaan UMKM, penampilan blog internet hingga tanya jawab dilakukan satu persatu oleh Pengurus KIM tersebut diatas.
KIM Klasik Kecamatan Sukolilo dipresentasikan oleh Bpk. Suripto, Ibu Rodiyah dan Mas Anis Sofyan.
Dukungan penuh dari seluruh staff Kelurahan Klampisngasem dan Kecamatan Sukolilo serta kerjasama yang baik dari pengurus KIM Klasik diharapkan mampu melakukan giat sosial tersebut secara maksimal.

Kritik, saran dan pembinaan yang disampaikan secara langsung, baik dan jelas dari ketiga Juri Pembina KIM tersebut menjadikan kami selaku pengurus KIM Klasik untuk lebih matang, lebih mantap, lebih jelas, lebih lengkap dan lebih cepat lagi dalam melakukan penyampaian informasi dari pemerintah Kota Surabaya kepada masyarakat dan sebaliknya khususnya diwilayah Kecamatan Sukolilo.

Rabu, 19 Februari 2014

Pentingnya Peran KIM di Masyarakat

Pentingnya Peran KIM di Masyarakat



Dinkominfo - Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kota Surabaya mengikuti pembinaan rutin yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya. Kali ini pihak Dinkominfo mengadakan pembinaan dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten, yaitu Arief Firmansyah yang juga merupakan Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya. Selain itu, turut hadir Camat Gunung Anyar, Kanti Budiarti. 

Pada kesempatan tersebut, Kanti berbagi ilmu tentang pembinaan KIM yang ia terapkan di kecamatannya. Selain itu, tiap sebulan sekali kami juga mengadakan pembinaan KIM di kecamatan. Disana kami membicarakan program KIM dan juga evaluasi atas kegiatan KIM kami," kata wanita berjilbab ini. 


Ia menambahkan tentang fungsi KIM yang begitu berguna di wilayahnya. "Peran KIM itu sangat besar. Alhamdulillah sangat membantu dalam pemberian informasi ke masyarakat, terlebih kepada para UKM dalam memasarkan produknya melalui internet. Selain itu juga membantu pihak kecamatan dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Bahkan, KIM kami juga bersinergi dengan pihak kepolisian atau instansi terkait. Misalnya saja ada kasus kriminalitas, dan lain sebagainya," ujar Kanti.

Disamping itu, Arief menjelaskan penguatan peran KIM. "Peran KIM sangat penting. Terlebih saat ini terpaan informasi begitu besar. Disinilah KIM berperan dalam memilah, memilih dan menyebarluaskan informasinya kepada masyarakat. Terutama peran KIM sebagai mitra pemerintah dalam penyebarluasan informasi," ujar Arief. (Lit)

--------------------------------------------- sumber : www.surabaya.go.id/berita-- editor publisher by masanis ----

Dari pertemuan awal secara spontan pada hari Rabu, 19 Februari 2014 pukul 11.00 s/d 14.30 WIB. di Kelurahan Klampisngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya yang dilakukan oleh Bapak Lakoli selaku Lurah Klampisngasem dengan mengundang beberapa Ketua RW, Ketua LKMK, Kader masyarakat, Kader PKK dan lain-lain.
Bapak Lakoli menginginkan terbentuknya KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) diwilayah Kelurahan Klampisngasem dengan segera, sesuai penunjukan Ibu Camat Sukolilo dan anjuran Dinkominfo.
Semoga maksud baik tersebut dapat segera terealisasi dengan dukungan dari semua pihak terkait dan mendapatkan respon baik di masyarakat.
--------------------------------------------