Kamis, 30 September 2021

Sentra Wisata Kuliner DELES

Sentra Wisata Kuliner DELES

 


Sentra Wisata Kuliner DELES Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya merupakan sarana berburu kuliner yang cukup di gandrungi dari segala usia selain itu tempatnya yang bersih membuat pengunjung merasa nyaman. Dengan beragam fasilitas seperti Parkir Luas, Live Musik, MUsholla, Free Wi Fi, Toilet, Gazebo nyaman dan Sarana Olah Raga. Dengan Harga Murah dan Terjangkau.

Jumat, 16 Oktober 2020

KOORDINASI MUSBANGKEL

KOORDINASI MUSBANGKEL

 


Jum'at, 16 Oktober 2020 Pukul 15.00 WIB Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi terkait Musbangkel tahun 2019 dan tahun 2020 yg seharusnya direalisasikan tahun 2020 dan tahun 2021, namun kondisi dan situasi yg tidak memungkinkan ini karena pandemi hingga beberapa program tersebut harus diundur realisasinya.

Ibu Lailatus Sa'adah L.,SH. Lurah Klampis Ngasem memimpin rakor yang dihadiri oleh Ketua LPMK, Kasie Pembangunan Kecamatan Sukolilo, Kasie Trantib & Pembangunan Kelurahan Klampis Ngasem, Babinsa Klampis Ngasem beserta seluruh Ketua RW 01 sampai dengan RW.09 Kelurahan Klampis Ngasem.

Acara ini berjalan baik dan kondusif dengan pembahasan musbangkel yg sudah disepakati dan ditanda tangani bersama, hingga menunggu realisasinya (top-kim-klasik)

Kamis, 20 Agustus 2020

Alun-Alun Surabaya Diresmikan

Alun-Alun Surabaya Diresmikan

Sehari setelah diresmikan oleh Ibu Risma Walikota Surabaya Alun-Alun Surabaya atau disebut Plaza Balai Pemuda, mulai hari ini 19 Agustus 2020 sampai dengan 25 Agustus 2020 akan digelar rangkaian acara seni dan budaya

Setelah menerima informasi akan adanya acara yg akan digelar Disbudparta tersebut, maka saya didampingi Bapak Rahmad dari Dinkominfo Surabaya menyempatkan diri untuk melihat ke lokasi langsung guna bisa melakukan liputan selama acara berlangsung dan menginformasikan rangkaian acara pada masyarakat, karena hal itu sudah menjadi bagian tugas dan fungsi sebagai pegiat informasi

Tentunya masyarakat khususnya warga Kota Surabaya akan sangat antusias untuk hadir dan menyaksikan gelaran seni dan budaya ini, mengingat sudah sekian lama acara semacam ini tidak digelar karena adanya pandemi covid

Beragam acara siap ditampilkan untuk mengawali peresmian tempat arek-arek suroboyo menyalurkan bakat seninya

Tentunya setiap yang hadir untuk menyaksikan gelaran seni tersebut, wajib untuk mematuhi protokoler covid-19 yakni diperiksa suhu tubuhnya, memakai masker, cuci tangan atau bawa sanitizer, jaga jarak dan yang terpenting jangan sampai merusak taman maupun kolam air mancur. [CT-KIMKlasik]

Jumat, 27 September 2019

BURSA KERJA TERBUKA - DISNAKER SURABAYA

BURSA KERJA TERBUKA - DISNAKER SURABAYA

Kamis-Jum'at, 26-27 September 2019
Berlokasi di Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya
Panggung HiburanB
Bursa Kerja Terbuka yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, dibanjiri oleh ribuan peminat yang ingin mencari kerja tercatat hari pertama saja sudah 1560 orang yang mendaftar.

Ruang Meja Perusahaan
16 Perusahaan besar siap menampung tenaga kerja melalui Bursa Kerja Terbuka kali ini, adapun perusahaan tersebut adalah :
1. PT. Jadi Abadi Corak Biscuit
2. PT. Sun Nusantara Agency
3. PT. Spindo Tbk.
4. PT. Bumi Menara Internusa
5. PT. Wahana Kosmetika Indonesia
6. PT. Estica Indonesia
7. PT. Indomarco Prismatena
8. PT. Dharma Anugrah Indah
9. PT. Abdhibalika Agency
10. PT. Bangun Indopralon
11. PT. Smart Multifinance
12. PT. Putra Perkasa Cipta Abadi
13. PT. Masuya Distra Sentosa
14. Rumah Sakit Royal Surabaya
15. PT. Indraco Group
16. PT. Penguin Indonesia

Alur Proses Registrasi
Melalui alur atau prosedur yang sudah ditentukan, pelamar kerja bisa melakukan keinginannya untuk melakukan pendaftaran dilokasi.

Both Kuliner
Disamping panggung hiburan dengan live music juga tersedia beberapa stand kuliner sebagai penyemarak acara ini hingga pengunjung benar-benar dimanjakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya bersama Lurah Klampis Ngasem. (top)

Sabtu, 14 September 2019

Nafas Usaha dalam Keberagaman Surabaya

Nafas Usaha dalam Keberagaman Surabaya


“Unity in Diversity”

Surabaya... oh Surabaya... 
Kota kenangan takkan terlupakan...

Sebait lirik lagu yang ditenarkan Dara Puspita seakan mengukuhkan bahwa Kota Surabaya memang membuat orang yang pernah mengunjunginya tak mampu untuk melupakan begitu saja.
Salahsatu yang berkesan dari Kota Nomer 2 terbesar di Indonesia,  yakni dibalik hiruk pikuk kota Metropolis ini menyimpan begitu selarasnya sektor usaha dengan ditopang keberagaman etnis, suku, budaya dan bahasa yang mewarnainya.

Sebagaimana yang diketahui bahwa di beberapa wilayah Surabaya menjadi sentra usaha yang mayoritas digerakkan oleh Suku atau Etnis tertentu tersebar menjadi daya tarik kota ini, salah satunya di belahan Utara Surabaya tepatnya di Wilayah Ampel dan sekitarnya. Sekilas jika kita mengamati berderetnya Toko dan Kuliner yang tersebar di daerah ini membuat kita terkesima, aroma Timur Tengah menghiasi
berbagai sudut, mulai jalan Ampel Suci, Ampel Masjid dan sekitarnya. Aneka Kuliner serta berbagai pernak-pernik busana Muslim khas Timur Tengah sangat mudah didapatkan disini, hal ini tidak terlepas dari sejarah yang diusung Ampel, para pedagang dari Arab dan Yaman dalam sejarah menorehkan penyebaran Agama Islam serta berdagang menjadi cikal bakal sentra usaha disini, berjuang bersama arek-arek Suroboyo menciptakan kolaborasi yang harmonis hingga sampai saat ini menjadi daya tarik Surabaya.

Kita berlanjut menengok di wilayah Pecinan, wilayah tertua di Surabaya yakni Kembang Jepun dan sekitarnya. Menempati pusat Surabaya menjadikan wilayah Sentra Bisnis ini menjadi salahsatu nafas pusat perdagangan grosir, jajaran toko Alat tulis, kantor,  toko mesin diesel, bank, tekstil, fashion, semua ada di sini. Pelaku bisnis di wilayah ini mayoritas etnis Tionghoa. Lagi-lagi Surabaya menjadi kota yang ramah menerima  budaya Tionghoa yang sangat kental disini.

Bermacam budaya Tionghoa beserta  atribut yang diusungnya banyak tersebar di Wilayah ini, dari klenteng Tua Hong Tiek Hian yang terletak di Jalan Dukuh hingga dengan pelaku bisnis yang dapat hidup harmonis bersama masyarakat lokal menjadi saksi bagaimana Surabaya menjadi kota yang ramah dalam keberagaman budaya, agama dan bahasa.

                Sejarah panjang mengiringi Kembang Jepun atau yang biasa disebut Kya-Kya (jalan-jalan), dahulunya sepanjang jalan ini memang telah menjadi pasar malam dengan deretan kios-kios penjaja kuliner khas Tionghoa dan Surabaya hingga kini kawasan ini tetap menjadi salahsatu nafas bisnis Kota Surabaya.

                Membelah kota Surabaya seakan tiada bosan-bosannya, di wilayah Timur Surabaya juga terdapat nafas bisnis yang ikut meramaikan Kota ini yakni di wilayah Kenjeran, Kedung Cowek, Bulak. Salahsatu suku mendominasi wilayah ini Yakni suku Madura. Berbagai macam kuliner dan pola hidup khas suku ini dapat kita temui di wilayah tersebut. Sifat ramah dan mental pekerja keras dari suku Madura ini sangat selaras dengan warga kota Surabaya dan dari Etnis serta suku yang lain sehingga menimbulkan kolaborasi yang harmonis untuk menunjang sektor usaha kota Surabaya.

                Begitulah Surabaya, dengan masyarakat yang heterogen menjadi daya tarik yang mempesona. Pelaku usaha di kota surabaya bersinergi menepis sekat-sekat suku, etnis, agama, bahasa dan budaya untuk bersama-sama bersatu dalam perbedaan  menciptakan kota ini sebagai kota yang layak menjadi  prototype kota masa depan yang harmonis dan ramah. Keberagaman bukan menjadi penghalang dan pemisah dalam berkehidupan, tetapi justru menjadi perekat yang mempererat dalam segala aspek hingga menyentuh mulai dari lapisan masyarakat marjinal  hingga masyarakat menengah keatas. Itulah yang dimaksud bersatu dalam perbedaan.


Penulis : Cak Topan - Kimklasik

#keberagamanmasyarakat
#keberagaman

Instagram: Sapawarga
Twitter: @SapawargaSby




Selasa, 13 November 2018

Inno Creativation

Inno Creativation



Innocreativation is an event aimed to inspire the youth to grab opportunities in this digital age. The digital age is no longer a thing of the future, it is the time we are living in. The question now is how ready we are to make the most of it and to be a part of it.



Kunjungi Official Web Innocreativation :