Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2023

RT.02 MLETO BERGERAK

RT.02 MLETO BERGERAK

 Warga RT.02 RW.06 Mleto Klampis NgasemSukolilo, semangat dalam melakukan Program Pemerintah "Surabaya Bergerak"

Bergotong Royong 

Minggu, 26 Februari 2023 mulai pagi sampai siang hari seluruh warga melakukan kegiatan Kerja Bhakti

Disamping membersihkan lingkungan juga bertujuan untuk mengajak warga agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan khususnya kebersihan

Penataan Tempat Sampah

Kali ini, selain pembersihan sampah disaluran air dan sekitarnya juga melakukan pentaan ulang terhadap penentuan tempat/tong pembuangan sampah yang selama ini menjadi salah satu penyebab menumpuknya sampah yang berdampak timbulnya bau tidak sedap dan tersumbatnya saluran air

Sungai harus bersih dari sampah

Bapak Matsuri Ketua RT.02 RW.06 Mleto Klampis Ngasem Sukolilo, mengatakan "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dalam menjaga kebersihan juga bisa menjaring beragam aspirasi warga sehingga bisa menjadi ajang silaturahmi dan tukar pendapat untuk menjadikan lingkungan ini lebih baik lagi".

Wilayah RT.02 Mleto terdiri dari 3 ruas jalan yakni Jalan raya Mleto (tengah), Gang Al-Mabrur (utara) dan Gang Pasar/Tower (selatan)  hingga agak menyulitkan dalam pengondisian kebersihan dan keamanannya

Namun demikian, Bapak Ketua RT berusaha tidak menjadikan kendala hal tersebut dengan menunjuk pengurus seksi kebersihan dan keamanan pada masing-masing ruas jalan tersebut sehingga bisa berjalan selaras dan seimbang

Program Surabaya Bergerak ini erat kaitannya dengan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) yang saat ini sedang dilakukan dan keduanya menjadi Program andalan Pemerintah Kota Surabaya agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan

Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan hingga membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Surabaya. (CT-KIM-SBY)

Kamis, 02 Februari 2023

Persiapan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)

Persiapan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)



Kamis, 2 Februari 2023 Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya, sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya pada tahun ini

Untuk memastikan kelurahan Klampis Ngasem siap mengikuti lomba, beberapa persiapan awal akan dilakukan seperti pengumpulan dokumentasi kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya

Selain itu, juga akan mengadakan sosialisasi kepada warga agar lebih memahami tentang pentingnya gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Seluruh warga Kelurahan Klampis Ngasem diharapkan akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gotong royong, seperti pembersihan jalan, saluran air, pembuatan taman, dan sebagainya

Kelurahan Klampis Ngasem sangat berharap dapat menjadi juara dalam lomba ini dan menjadi kelurahan terbaik dalam hal gotong royong dan peduli lingkungan. Acara ini merupakan ajang bagi warga untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekitar dan mempererat tali silaturahmi antar warga

Sosialisasi mengenai persiapan Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ini disampaikan oleh Bu Iin dari Kecamatan Sukolilo dan Bapak Fajar Fanani selaku Lurah Kelurahan Klampis Ngasem serta dihadiri oleh Bapak Kusnadi selaku Ketua LPMK dan beberapa perwakilan RW serta staf Kelurahan Klmpis Ngasem

Bu Iin dan Bapak Fajar Fanani menjelaskan tentang tata cara kegiatan yang akan dilakukan dan juga menginginkan agar semua dapat mempersiapkan diri dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini

Bapak Kusnadi menyampaikan apresiasi atas sosialisasi yang dilakukan dan menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga lingkungan juga menaruh harapan agar Kelurahan Klampis Ngasem dapat menjadi juara dalam lomba BBGRM meskipun juara bukan tujuan utama

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan semangat warga Kelurahan Klampis Ngasem dalam mengikuti lomba BBGRM dan bergotong royong untuk menjadikan lingkungan Kelurahan Klampis Ngasem lebih baik lagi. (CT-KIM)


Selasa, 30 Januari 2018

KIM Dalam Ekspedisi Mahanugra

KIM Dalam Ekspedisi Mahanugra

Mengawali tahun 2018 KIM Kota Surabaya berusaha untuk berjejaring dengan pegiat masyarakat lainnya dengan melakukan suatu kegiatan yang bertajuk peduli lingkungan dengan tema "Ekspedisi Mahanugra 1".
Kegiatan ini sangat luarbiasa karena dalam satu even berusaha mencakup beberapa aspek kepedulian terhadap lingkungan, yakni menanam mangrove, melepas liarkan burung, menabur kembali benih ikan di sungai, mengawasi situs bersejarah yang ada di Jolotundo dan tetap mencintai indahnya alam gunung penanggungan.
Sabtu pagi 27 Januari 2018 kurang lebih pukul 05.00 WIB. di pinggir sungai dekat Mangrove Information Center (MIC) Surabaya.  Tampak seorang perempuan berhijab dengan senyum manisnya sedang menyalakan obor sebagai pertanda dimulainya Ekspedisi Mahanugra perdana tahun 2018. Tristin nama perempuan itu dengan didampingi dua rekannya Danang dan Aziz yang kemudian naik menjauh dari sisi sungai menuju bahu jalan untuk memberi instruksi bahwa ekspedisi siap dimulai.
Tim obor kemudian bergeser ke MIC dan disambut oleh Ridho Bayu Aji sang komandan dan pimpinan Ekspedisi Mahanugra. Ridho adalah Akademisi di Institut Teknologi 10 November Surabaya yang pada kesempatan kali ini didapuk untuk memimpin Ekspedisi Mahanugra I tahun 2018.
Revita menjadi peserta pertama yang mengawali aktivitas penanaman mangrove berjumlah kuranglebih 200 batang didampingi Soni Mohson sebagai local hero Kelompok Tani Mangrove Wonorejo sambil memberi penjelasan tentang mangrove dan klasifikasi berbagai jenis tanaman yang ada di kawasan hutan konservasi Mangrove Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya).
Setelah proses penanaman mangrove selesai, ekspedisi dilanjutkan menggunakan sepeda angin dengan rute dari Mangrove Wonorejo menuju Dermaga Perum Jasa Tirta I ASA 3 Karah sejauh kuranglebih 15 Km.

Ridho, Chairudin dan Bobbin sambil membawa Pataga Mahanugra bersama Tim Pengawal Tiara Com siap melanjutkan ekspedisi.

Insiden kecil terjadi saat rombongan pesepeda melintas di Jalan Jagir selepas traffic light Panjangjiwo. Chairudin anggota tim pesepeda jatuh pingsan sesaat setelah berhenti dan memarkir sepedanya dipinggir jalan. 
Tim Patwal segera mengkontak Tim Mobil Pendukung melalui radio komunikasi untuk segera merapat dilokasi dan memberikan bantuan.
"Lhualah kurang latian aku rek, wes ga tau olahraga rutin, tapi seneng iso kringeten ngene, ayoo lanjuuut ...!!!" ujar Chairudin setelah pingsan sesaat.
Abd.Rochman Personil Patwal menggantikan bersepeda sampai Dermaga Perum Jasa Tirta Karah.
Kegiatan semacam ini bukanlah kegiatan biasa karena meliputi beberapa unsur lingkungan yakni sungai-daratan-gunung bisa juga diartikan unsur air-api-tanah-udara."Jadi siapapun pesertanya harus menjadi sebuah tim yang solid dan ahli dibidangnya, Ekspedisi Mahanugra yang tidak biasa harus didukung oleh tim yang luar biasa " kata Pak Ridho
Ekspedisi ini bekerjasama dengan beragam komunitas diantaranya bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Surabaya sebagai Informasi Publik melalui Fanpage Kabar Surabaya, Tiara Com sebagai pengawal perjalanan dan kegiatan dengan Radio Komunikasinya, SAR Surabaya sebagai pendamping susur sungai dan pendakian gunung.
Tepat pukul 10.00 WIB. Tim Ekspedisi Mahanugra tiba di Dermaga Perum Jasa Tirta Surabaya, beragam sambutan dan arahan serta ungkapan rasa disampaikan oleh Kordinator, Pahlawan lokal dan lainnya, sambil menikmati makan siang bersama.
Ekspedisi selanjutnya yaitu susur sungai “Kali Surabaya” sejauh 9,5 Km. dari Dermaga PJT Karah sampai Kantor Desa Bambe, Driyorejo – Gresik. 
Kali ini melibatkan Imam Rochani Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup, Kordinator Patroli Kali Surabaya.
Bersama anggotanya, Imam menjaga sungai tidak tercemar limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Caranya dengan edukasi, serta pelaporan pada pihak berwajib dan mendorong ada tindak hukum bagi pencemar lingkungan sungai.

Sekitar 1100 ekor bibit ikan bader dan nener ditebarkan di kali Surabaya untuk menjaga kelangsungan ekosistem kepedulian lingkungan pada ekspedisi ini sangat diapresiasi oleh pihak jasa tirta sebagai bentuk kegiatan yang seharusnya sering dilakukan oleh komunitas maupun masyarakat.

Susur sungai berakhir di Balai Desa Bambe Driyorejo Gresik dan ekspedisi dilanjutkan dengan Rombongan Tim Mobil Mahanugra sejauh 47Km dan tetap dalam kawalan Tim Pengawal Tiara menuju Desa Sendang-Trawas-Mojokerto.
Kurang lebih pukul 17.00 WIB. Tim ekspedisi sampai dan di Homebase Komunitas Welasan, yang berorientasi pada pelestarian budaya Jawa.

Setelah beberapa saat beristirahat di homebase, Tim Gunung yang dikomandani oleh Bajuri dari Pecinta Alam dengan pendukung Tim SAR sebanyak enam orang  dan tiga orang dari Mahanugra Malang (Maya, Damar dan Eddy) mempersiapkan perlengkapan untuk pendakian.
Tim dokumentasi yang diarahkan oleh Rizky menugaskan tiga personilnya untuk turut melakukan pendakian. Begitu juga yang dilakukan oleh Tim Komunikasi yang dioperatori oleh Oscar dengan memasang antena beserta perangkatnya di homebase lantai 3 agar dapat berkomunikasi dengan tim yang mendaki gunung dan berkordinasi pada Basecamp/Posko Tamiajeng-Gunung Penanggungan.


Sebelum melakukan pendakian gunung, seluruh tim diberikan arahan oleh kordinator Ekspedisi Mahanugra agar nantinya ekspedisi ini bisa berjalan sesuai dengan rencana dari awal sampai akhir esok hari.
Memanjatkan do'a kehadirat Tuhan YME. agar diberikan perlindungan dari segala marabahaya maupun musibah dan juga melakukan beberapa ritual adat dari pemangku wilayah dilakukan dengan khidmat.

Kuranglebih pukul 20.00 WIB. Ekspedisi Mahanugra dilanjutkan dengan Pendakian Gunung Penanggungan yang dilaksanakan oleh tim gunung, tim dokumentasi dan tim komunikasi.


Minggu Pagi 28 Januari 2018, Setiba dipuncak bayangan Gunung Penanggungan Pelepasliaran 200 ekor burung dilakukan sebagai simbol kebebasan untuk berekspresi dengan tetap menjaga norma kehidupan dan kasih sayang sesama mahluk hidup.



Pengibaran Pataga Mahanugra sebagai puncak acara dilakukan dipuncak bayangan Gunung Penanggungan sebagai akhir rangkaian acara "Ekspedisi Mahanugrah 1 Tahun 2018"

Semoga kegiatan Ekspedisi mahanugrah ini menjadikan contoh pada komunitas dan masyarakat agar senantiasa mencintai lingkungan dan menjaga NKRI tetap bersatu .... , wassalam (topan-2018)


Sabtu, 21 Februari 2015

Bersih-bersih Kali, Ribuan Personil Pemkot Surabaya Diterjunkan

Bersih-bersih Kali, Ribuan Personil Pemkot Surabaya Diterjunkan

Dinkominfo-Dinkominfo-Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan TNI, Polri dan masyarakat melakukan kerja bhakti massal. Bertempat di depan Gedung Garnisun Surabaya Sabtu (21/2) dilakukan apel dan penyerahan secara simbolis peralatan kerja bhakti sebagai tanda mulainya kerja bhakti. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Jenderal TNI Moeldoko, Panglima TNI, Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, dan perwakilan Polri.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pembacaan bersama deklarasi sebagai tanda dimulainya kerja bhakti massal seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Jenderal TNI Moeldoko mengharap Surabaya sebagai sungai terbersih di Indonesia. Ia berharap virus bersih-bersih dapat menyebar ke seluruh Indonesia. Menurutnya, upaya bersih-bersih kali dilakukan sebagai langkah antisipasi kemungkinan banjir yang semakin meluas.

Sementara itu Tri Rismaharini mengatakan, masyarakat harus peduli dengan tidak mengotori lagi. Menurutnya, tidak bersihnya kali dapat berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pihaknya secara rutin melakukan bersih-bersih kali dengan berbagai elemen.

Kali ini Pemerintah Kota Surabaya menerjunkan ribuan personil yang terdiri dari camat, lurah, dan seluruh staf Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. 

Dengan bersenjatakan garu, sabit, cangkul, skrop dan sapu lidi, puluhan ribu personil melakukan pembersihan di sekitar kali. Kali ini kerja bhakti dibagi menjadi tiga zona. Yakni Zona 1 di jembatan Petekan sampai dengan Jasa Tirta I Jl. Ngagel, Zona 2 di Rolak Jagir hingga Panjang Jiwo dan Zona 3 di Terminal Joyoboyo hingga Karang Pilang.(pri)  

Jumat, 30 Januari 2015

Demam berdarah kembali menyerang

Demam berdarah kembali menyerang

Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.

Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.
Pasien DBD - News.Liputan6

Gejala penyakit DBD sampai sekarang memang tidak terduga. Namun secara umum, penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Namun sayangnya, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Akibatnya, sampai sekarang sering terjadi salah diagnosis. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya.

Gejala Demam Berdarah Dengue


1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC     atau lebih.
2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.
3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).
4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah
5. Tes Torniquet positif
6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura
7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung
8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput         lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya
9. Hematemesis atau melena
10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)
11. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh             darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
  • Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
  • Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
  • Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia

Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

Dr Rita menjelaskan dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:
  1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
  2. Kompres agar panasnya turun.
  3. Memberikan obat penurun panas.
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

Cara Penularan Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.
Nyamuk Aedes Aegepty
Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:
  • Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
  • Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
  • Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
  • Mampu terbang sampai 100 meter
Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.

Cara Pencegahan, Pengobatan dan Penanganan

Cara pencegahan dilakukan dengan :

1. Pemberantasan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan
Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi
Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini
Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika.
Fogiing / Pengasapan


Cara penanganan pasien DBD antara lain:
  1. Monitor suhu tubuh penderita setiap hari
  2. Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
  3. Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
  4. Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
  5. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
  6. Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.
Writed by Dr. Dadan Harjana