Tampilkan postingan dengan label INFOTAINMENT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFOTAINMENT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2021

Sentra Wisata Kuliner DELES

Sentra Wisata Kuliner DELES

 


Sentra Wisata Kuliner DELES Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya merupakan sarana berburu kuliner yang cukup di gandrungi dari segala usia selain itu tempatnya yang bersih membuat pengunjung merasa nyaman. Dengan beragam fasilitas seperti Parkir Luas, Live Musik, MUsholla, Free Wi Fi, Toilet, Gazebo nyaman dan Sarana Olah Raga. Dengan Harga Murah dan Terjangkau.

Selasa, 13 November 2018

Inno Creativation

Inno Creativation



Innocreativation is an event aimed to inspire the youth to grab opportunities in this digital age. The digital age is no longer a thing of the future, it is the time we are living in. The question now is how ready we are to make the most of it and to be a part of it.



Kunjungi Official Web Innocreativation :


Selasa, 30 Januari 2018

KIM Dalam Ekspedisi Mahanugra

KIM Dalam Ekspedisi Mahanugra

Mengawali tahun 2018 KIM Kota Surabaya berusaha untuk berjejaring dengan pegiat masyarakat lainnya dengan melakukan suatu kegiatan yang bertajuk peduli lingkungan dengan tema "Ekspedisi Mahanugra 1".
Kegiatan ini sangat luarbiasa karena dalam satu even berusaha mencakup beberapa aspek kepedulian terhadap lingkungan, yakni menanam mangrove, melepas liarkan burung, menabur kembali benih ikan di sungai, mengawasi situs bersejarah yang ada di Jolotundo dan tetap mencintai indahnya alam gunung penanggungan.
Sabtu pagi 27 Januari 2018 kurang lebih pukul 05.00 WIB. di pinggir sungai dekat Mangrove Information Center (MIC) Surabaya.  Tampak seorang perempuan berhijab dengan senyum manisnya sedang menyalakan obor sebagai pertanda dimulainya Ekspedisi Mahanugra perdana tahun 2018. Tristin nama perempuan itu dengan didampingi dua rekannya Danang dan Aziz yang kemudian naik menjauh dari sisi sungai menuju bahu jalan untuk memberi instruksi bahwa ekspedisi siap dimulai.
Tim obor kemudian bergeser ke MIC dan disambut oleh Ridho Bayu Aji sang komandan dan pimpinan Ekspedisi Mahanugra. Ridho adalah Akademisi di Institut Teknologi 10 November Surabaya yang pada kesempatan kali ini didapuk untuk memimpin Ekspedisi Mahanugra I tahun 2018.
Revita menjadi peserta pertama yang mengawali aktivitas penanaman mangrove berjumlah kuranglebih 200 batang didampingi Soni Mohson sebagai local hero Kelompok Tani Mangrove Wonorejo sambil memberi penjelasan tentang mangrove dan klasifikasi berbagai jenis tanaman yang ada di kawasan hutan konservasi Mangrove Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya).
Setelah proses penanaman mangrove selesai, ekspedisi dilanjutkan menggunakan sepeda angin dengan rute dari Mangrove Wonorejo menuju Dermaga Perum Jasa Tirta I ASA 3 Karah sejauh kuranglebih 15 Km.

Ridho, Chairudin dan Bobbin sambil membawa Pataga Mahanugra bersama Tim Pengawal Tiara Com siap melanjutkan ekspedisi.

Insiden kecil terjadi saat rombongan pesepeda melintas di Jalan Jagir selepas traffic light Panjangjiwo. Chairudin anggota tim pesepeda jatuh pingsan sesaat setelah berhenti dan memarkir sepedanya dipinggir jalan. 
Tim Patwal segera mengkontak Tim Mobil Pendukung melalui radio komunikasi untuk segera merapat dilokasi dan memberikan bantuan.
"Lhualah kurang latian aku rek, wes ga tau olahraga rutin, tapi seneng iso kringeten ngene, ayoo lanjuuut ...!!!" ujar Chairudin setelah pingsan sesaat.
Abd.Rochman Personil Patwal menggantikan bersepeda sampai Dermaga Perum Jasa Tirta Karah.
Kegiatan semacam ini bukanlah kegiatan biasa karena meliputi beberapa unsur lingkungan yakni sungai-daratan-gunung bisa juga diartikan unsur air-api-tanah-udara."Jadi siapapun pesertanya harus menjadi sebuah tim yang solid dan ahli dibidangnya, Ekspedisi Mahanugra yang tidak biasa harus didukung oleh tim yang luar biasa " kata Pak Ridho
Ekspedisi ini bekerjasama dengan beragam komunitas diantaranya bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Surabaya sebagai Informasi Publik melalui Fanpage Kabar Surabaya, Tiara Com sebagai pengawal perjalanan dan kegiatan dengan Radio Komunikasinya, SAR Surabaya sebagai pendamping susur sungai dan pendakian gunung.
Tepat pukul 10.00 WIB. Tim Ekspedisi Mahanugra tiba di Dermaga Perum Jasa Tirta Surabaya, beragam sambutan dan arahan serta ungkapan rasa disampaikan oleh Kordinator, Pahlawan lokal dan lainnya, sambil menikmati makan siang bersama.
Ekspedisi selanjutnya yaitu susur sungai “Kali Surabaya” sejauh 9,5 Km. dari Dermaga PJT Karah sampai Kantor Desa Bambe, Driyorejo – Gresik. 
Kali ini melibatkan Imam Rochani Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup, Kordinator Patroli Kali Surabaya.
Bersama anggotanya, Imam menjaga sungai tidak tercemar limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Caranya dengan edukasi, serta pelaporan pada pihak berwajib dan mendorong ada tindak hukum bagi pencemar lingkungan sungai.

Sekitar 1100 ekor bibit ikan bader dan nener ditebarkan di kali Surabaya untuk menjaga kelangsungan ekosistem kepedulian lingkungan pada ekspedisi ini sangat diapresiasi oleh pihak jasa tirta sebagai bentuk kegiatan yang seharusnya sering dilakukan oleh komunitas maupun masyarakat.

Susur sungai berakhir di Balai Desa Bambe Driyorejo Gresik dan ekspedisi dilanjutkan dengan Rombongan Tim Mobil Mahanugra sejauh 47Km dan tetap dalam kawalan Tim Pengawal Tiara menuju Desa Sendang-Trawas-Mojokerto.
Kurang lebih pukul 17.00 WIB. Tim ekspedisi sampai dan di Homebase Komunitas Welasan, yang berorientasi pada pelestarian budaya Jawa.

Setelah beberapa saat beristirahat di homebase, Tim Gunung yang dikomandani oleh Bajuri dari Pecinta Alam dengan pendukung Tim SAR sebanyak enam orang  dan tiga orang dari Mahanugra Malang (Maya, Damar dan Eddy) mempersiapkan perlengkapan untuk pendakian.
Tim dokumentasi yang diarahkan oleh Rizky menugaskan tiga personilnya untuk turut melakukan pendakian. Begitu juga yang dilakukan oleh Tim Komunikasi yang dioperatori oleh Oscar dengan memasang antena beserta perangkatnya di homebase lantai 3 agar dapat berkomunikasi dengan tim yang mendaki gunung dan berkordinasi pada Basecamp/Posko Tamiajeng-Gunung Penanggungan.


Sebelum melakukan pendakian gunung, seluruh tim diberikan arahan oleh kordinator Ekspedisi Mahanugra agar nantinya ekspedisi ini bisa berjalan sesuai dengan rencana dari awal sampai akhir esok hari.
Memanjatkan do'a kehadirat Tuhan YME. agar diberikan perlindungan dari segala marabahaya maupun musibah dan juga melakukan beberapa ritual adat dari pemangku wilayah dilakukan dengan khidmat.

Kuranglebih pukul 20.00 WIB. Ekspedisi Mahanugra dilanjutkan dengan Pendakian Gunung Penanggungan yang dilaksanakan oleh tim gunung, tim dokumentasi dan tim komunikasi.


Minggu Pagi 28 Januari 2018, Setiba dipuncak bayangan Gunung Penanggungan Pelepasliaran 200 ekor burung dilakukan sebagai simbol kebebasan untuk berekspresi dengan tetap menjaga norma kehidupan dan kasih sayang sesama mahluk hidup.



Pengibaran Pataga Mahanugra sebagai puncak acara dilakukan dipuncak bayangan Gunung Penanggungan sebagai akhir rangkaian acara "Ekspedisi Mahanugrah 1 Tahun 2018"

Semoga kegiatan Ekspedisi mahanugrah ini menjadikan contoh pada komunitas dan masyarakat agar senantiasa mencintai lingkungan dan menjaga NKRI tetap bersatu .... , wassalam (topan-2018)


Senin, 29 Januari 2018

Motor Klasik Ini Laku 12 Miliar

Motor Klasik Ini Laku 12 Miliar


Mobil klasik dibeli dengan harga miliaran itu sudah biasa. Tapi, gimana dengan motor? Ternyata, seseorang telah membeli sebuah motor seharga hampir 1 juta dolar, tepatnya USD929.000 atau setara dengan Rp12,4 milar. Gokil ya ! Pembelian motor klasik berharga belasan miliar ini terjadi  di Balai Lelang Bonhams, Las Vegas, Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu, seperti dilansir Carscoops yang dikutip Uzone.id pada Rabu (31/1/2018)
Namun, motor klasik ini tentu bukan sembarang motor. Pasti istimewa. Motor bermerek Vincent Lighting ini merupakan salah satu dari 30 motor yang diproduksi pada tahun 1951. Saat ini, motor tersebut satu-satunya yang tersisa dari 19 unit yang pernah diproduksi di dunia. Jelaslah sudah, ini motor yang sangat langka.
Motor Vincent Lighting ini dianggap sebagai superbike pertama di dunia dengan julukan The Legend Black Shadow karena tanki, mesin, rangka dan tromol remnya dicat hitam. Motor ini bahkan pernah melampaui ketenaran Jaguar XJ120 yang menjadi mobil tercepat pada masanya.
Dipersenjatai mesin yang bertenaga 70 horse power berkapasitas 998 cc V-Twin. Bobotnya juga tergolong ringan cuma 208 kilogram, ini membuatnya dapat melaju hingga 196 kilometer per jam. Sistem pengapiannya berkapasitas 6 Volt/40 Watt yang bekerja seiring perputaran sistem kopling, kinerja amat baik untuk balapan.
Atas semua sejarah di baliknya, tak heran Vincent menarik begitu banyak perhatian para kolektor. Bonhams melaporkan ini sebagai harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah sepeda motor lelang.
sumber : uzone.id - Eka L.Prasetya

Jumat, 17 April 2015

PEKAN KIM 2015 TAMPIL BEDA

PEKAN KIM 2015 TAMPIL BEDA


Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) kembali digelar. Sampai tahun 2014, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 7 kali pekan KIM, dan pada April 2015 ini merupakan kali ke-8.

Pekan KIM merupakan ajang mempererat jalinan koordinasi, sinergi, dan evaluasi pembangunan bidang komunikasi dan informasi. Sebagai lembaga yang berurusan dengan informasi, KIM selama ini terjebak pada urusan ekonomi dengan produk unggulan seperti kerajinan, pertanian, usaha kecil dan sejenisnya. Aktivitas KIM yang sedikit melenceng itu pada akhirnya muncul juga pada Pekan KIM yang seolah menjadi ajang memamerkan produk unggulan.

Menurut Kepala Bidang Jaringan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Jatim, Ambar Sulistyorini, niat pertama pembentukan KIM sebagai bentuk revitalisasi Kelompencapir (Kelompok Pendengar Pembaca dan Pirsawan) yang marak di era orde baru. Arah geraknya disesuaikan dengan kelompok tani, nelayan, pengusaha kecil dan berbagai kelompok masyarakat produktif lainnya. “Namun di era reformasi saat ini, KIM harusnya bergerak lebih jauh, tidak sama dengan kelompencapir di masa lalu,” katanya.

Kini pengembangan KIM berpedoman pada peraturan Menteri Kominfo No 8 Tahun 2010 tentang Lembaga Komunikasi Sosial. KIM digolongkan dalam lembaga komunikasi sosial bersama lembaga Pertunjukan Rakyat (Pertura) dan Lembaga Pemantau Media atau lembaga konsumen media.

Sebagai turunan dari peraturan menteri, Kementerian Kominfo RI juga menerbitkan pedoman pengembangan KIM yang menyebutkan bahwa kegiatan KIM adalah pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu juga ditegaskan bahwa KIM bertugas, 1. Mewujudkan masyarakat yang aktif, peka dan memahami informasi, 2. Memberdayakan masyarakat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, 3. Mewujudkan jaringan informasi dan media komunikasi dua arah, 4. Menghubungkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya.
Dari tugas-tugas itu, Kata Ambar, diharapkan KIM mampu menjalankan fungsi dengan benar yaitu sebagai wahana informasi, mitra dialog pemerintah, sarana peningkatan literasi informasi, media massa dan teknologi informasi, serta lembaga yang memiliki nilai ekonomi.
“Dengan begitu jelas bahwa peran KIM lebih pada pemberdayaan informasi daripada ekonomi,” katanya.
Ambar kemudian menunjuk contoh bagaimana pegiat KIM bisa memandu masyarakatnya untuk lebih selektif dan teliti dalam mengkonsumsi sajian televisi, seperti sinetron dan film kartun. “Film kartun saat ini identik dengan tontonan anak-anak yang menghibur. Padahal tak semua film kartun sehat. Misalnya yang sarat dengan agedan kekerasan,” tuturnya.

Dijelaskan juga, fungsi ekonomi KIM semata-mata hanya untuk menghidupkan keorganisasian KIM, karena di era reformasi KIM lebih dituntut kreatif dan mandiri. Pendekatannya bottom up. Tidak seperti kelompencapir yang pendekatannya bersifat top-down.

Namun dalam perkembangannya, KIM memang sudah seharusnya dikembalikan ke semangat awalnya (khittah), yakni sebagai lembaga informasi dan lembaga media. Kalau pun ada aktivitas ekonomi, hal itu bukanlah core bussiness KIM, melainkan hanya sebagai unsur penunjang untuk menghidupi aktivitas organisasi. "Karena itu kami tegaskan, KIM sekarang hanya perlu disempurnakan atau dikembalikan pada fungsi pengelolaan informasi daripada fungsi ekonominya," ujarnya.

Selain tiu, di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, KIM harus berbasis TIK. "Kami sekarang sudah mewajibkan setiap KIM memiliki blog sebagai media komunikasi KIM di dunia maya selain media komunikasi manual lainnya," katanya.

Semangat inilah, kata Ambar, yang akan diusung dalam Pekan KIM 2015 nanti di Nganjuk. Setiap gerai KIM diharapkan lebih didominasi produk informasi dan produk TIK daripada produk ekonomi yang selama ini lebih banyak menghiasi Pekan KIM yang lalu.

Sosialisasi
KIM pada dasarnya disiapkan sebagai lembaga komunikasi atau media milik masyarakat yang fungsi utamanya mengumpulkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi. Dalam fungsi sebagai media masyarakat inilah KIM dapat berperan menjadi media alternatif untuk menghadapi terpaan media yang terkadang isinya jauh dari kepentingan masyarakat.

Dinas Kominfo Jatim sudah mulai menyosialisasikan agar KIM kembali ke khittah-nya melalui berbagai forum, terutama pada Pekan KIM 2015 mendatang. Selain itu, materi lomba pada LCCK beberapa kali yang lalu sudah mulai mengarah pada produk informasi KIM bukan lagi menonjolkan produk unggulan. Pembinaan pun telah difokuskan pada penambahan kompetensi di bidang informasi melalui pelatihan penulisan artikel dan bidang TIK.
Target LCCK antara lain untuk mengukur kompetensi KIM baik dalam teknik penyebarluasan informasi melalui berbagai media atau komunikasi tatap muka dan mengukur pengetahuan mereka tentang isu-isu terkini. Dengan adanya lomba ini diharapkan pegiat KIM terpacu untuk meningkatkan kompetensinya.  
Bentuk konkret kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi KIM adalah ketika KIM mampu menjadi agen diseminasi informasi di tengah masyarakat melalui media tatap muka dan media cetak seperti buletin atau bahkan majalah. Selain itu menjadi media komunikasi dengan pihak eksternal melalui blog dan media sosial di dunia maya.

Perkembangan KIM
Lebih jauh dijelaskan, dalam perkembangannya, secara jumlah KIM dari tahun ke tahun terus meningkat. Namun dari sisi kualitas, KIM cenderung mandeg untuk beberapa daerah, namun berkembang di daerah lain. Dengan begitu memang tidak dapat digeneralisasi untuk setiap wilayah.
"Karena itulah kami akan melaksanakan pemetaan KIM pada tahun ini untuk melihat perkembangan KIM terkini. Sekaligus juga menerapkan klasifikasi KIM sehingga akan benar-benar terbaca perkembangan setiap KIM, apakah bisa naik level atau stagnan," ujar Ambar.

Bentuk dukungan lain yang diberikan pemerintah adalah dengan melibatkan KIM dalam program-program pemerintah. "Di tingkat provinsi, ini yang sedang kami rancang. Misalnya dengan melibatkan KIM dalam pemetaan KIM, penyelenggaraan serasehan KIM, dan sebagainya," katanya.
Kominfo sendiri memiliki kepentingan terhadap KIM. Sesuai dengan Pergub Jatim No.83/2008 tentang Tupoksi dan struktur Organisasi Dinas Kominfo Prov Jatim, pada pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa Bidang Jarkom Seksi Komunikasi Sosial mempunyai tugas menyiapkan Kebijakan Pengembangan KIM. Sesuai Amanat Pergub tersebut, Kominfo memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan KIM agar tetap berjalan sesuai garisnya.

Sesuai amanat semangat otonomi daerah, ada pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam hal ini, pembinaan yang dilakukan pemerintah provinsi terbatas pada fasilitasi program dan pembinaan KIM secara umum. Untuk pembinaan yang lebih teknis ada pada pemerintah kabupaten/kota.

Untuk itu, pihaknya sudah mengarahkan agar KIM yang memang dibentuk ditingkatkan masyarakat paling bawah di desa/kelurahan menjadi prioritas pemerintah desa/pengurus kelurahan. KIM sebagai bagian dari unsur masyarakat setidaknya dapat dilibatkan dalam musrenbangdes atau musrenbagkel. Selain itu KIM juga dapat berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan dana desa dan penyusunan APBDes, KIM juga harus dilibatkan. Beberapa desa dan kelurahan telah merespon hal ini dengan membeikan fasilitas ruangan dan fasilitas lain bagi KIM.

“Kemitraan KIM dengan pemerintah memang menjadi penting sebab KIM sebagai lembaga sosial yang paling dekat dengan masyarakat adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” tuturnya. (sti).

Sumber : Kominfo Jatim