Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2021

Sentra Wisata Kuliner DELES

Sentra Wisata Kuliner DELES

 


Sentra Wisata Kuliner DELES Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya merupakan sarana berburu kuliner yang cukup di gandrungi dari segala usia selain itu tempatnya yang bersih membuat pengunjung merasa nyaman. Dengan beragam fasilitas seperti Parkir Luas, Live Musik, MUsholla, Free Wi Fi, Toilet, Gazebo nyaman dan Sarana Olah Raga. Dengan Harga Murah dan Terjangkau.

Senin, 11 November 2013

Cobek Batu dan Cobek Tanah Liat, Wadah yang Bikin Sambal Jadi Enak

Cobek Batu dan Cobek Tanah Liat, Wadah yang Bikin Sambal Jadi Enak



Sambal enak tak bisa tersaji tanpa bantuan alat ini. Dengan alat yang disebut cobek, coek, layah, lemper, dan ulekan ini, proses pelumatan cabai dan bahan lainnya terjadi. Apa saja jenis alat penumbuk yang bikin sambal jadi sedap?

Tak hanya di Indonesia, membuat guacamole dari Amerika dan gazpacho dari Spanyol juga membutuhkan penumbuk. Cobek juga punya beragam bentuk dan bahan, seperti beberapa jenis yang biasa dipakai ini.



1. Cobek Batu
Walaupun berat dan agak tidak praktis untuk dipakai, cobek batu masih disukai banyak orang. Selain lebih tahan lama, permukaan cobek yang kasar membuat proses penghancuran cabai menjadi lebih cepat dan ringan. Batu yang digunakan adalah batu kali, batu gunung, atau batu candi. Ukurannya bervariasi, biasanya berdiameter sekitar 17-60 cm. Bentuknya agak cekung dengan ulekan dari batu sebagai pasangannya.


2. Lumpang
Kegunaannya sama dengan cobek. Namun, lumpang bentuknya lebih dalam seperti mangkuk cekung. Lumpang disebut juga cobek dalam dan biasanya berpasangan dengan alu, alat penghancur yang seperti tongkat yang ukurannya lebih panjang dari munthu, yaitu alat penghancur cobek. Lumpang juga ada yang terbuat dari batu, keramik, kayu, dan semen.



3. Cobek Kayu
Cobek batu memang menghasilkan masakan menjadi semakin sedap, namun berat dan ukurannya seringkali menjadi masalah. Untuk itu, banyak orang beralih ke cobek kayu. Selain ringan, cobek kayu yang biasanya terbuat dari kayu jati, sonokeling, dan palem ini juga menghasilkan sambal yang sedap.

Namun, kekurangannya adalah jika sudah dalam pemakaian yang lama, cobek kayu akan terkikis dan serpihan kayunya bisa saja bercampur pada sambal. Selain itu, jika terlalu lama terkena cairan, cobek kayu ini dapat lembap mengembang. Ukuran diameternya mulai dari 12 cm.


4. Cobek Semen
Cobek semen adalah cobek yang kerap kali terlihat dijual bersamaan dengan cobek batu. Malahan, ada juga penjual yang menjual cobek batu yang ternyata adalah cobek semen. Sebaiknya Anda berhati-hati untuk membedakannya.

Caranya, berikan sedikit air dan melihat apakah semen itu luntur atau tidak. Jika luntur, sudah dapat dipastikan cobek itu terbuat dari semen. Disinilah letak kekurangan cobek semen. Serpihan semen akan keluar dan turut tercampur pada ramuan Anda. Hal ini jelas tidak menyehatkan.


5. Cobek Tanah Liat
Sejak dahulu, kerajinan tanah liat memang sudah populer. Tak hanya dari Indonesia, tetapi juga di negara yang punya kerajinan dari tanah liat atau tembikar. Tanah liat mempunyai kelebihan tidak berat seperti batu dan serpihannya tidak luntur seperti semen.


Namun, kualitas barang yang terbuat dari tanah liat berbeda-beda tergantung dari berapa lama dan seberapa panas tanah tersebut dibakar. Harganya mulai dari sekitar 10.000 rupiah dari diameter mulai sekitar 14 cm.


Rabu, 23 Oktober 2013

Resep Lontong Balap Surabaya

Resep Lontong Balap Surabaya



Memperkaya pilihan Legenda Kuliner Nusantara, Lontong Balap adalah salah satu jenis makanan kebanggaan khas Jawa Timur. Dinamakan lontong balap karena dahulu pedagang lontong berjualan di satu tempat dengan bergantian memakai peralatan, dengan selalu ingin cepat selesai dengan istilah “balapan”. Maka dari keunikan seperti itu lontong tersebut dinamakan Lontong Balap. Lontong Balap Pak Gendut adalah satu dari sekian banyak Lontong Balap yang ada di Surabaya. Memulai berjualan pada tahun 1956 dijalan Wonokromo, kemudian pada tahun 1976 pindah dan menetap berjualan di depan Bioskop Garuda. Disajikan hanya dengan bahan baku bumbu pilihan seperti bawah merah, bawang putih, daun bawang, dan udang. Lontong Bapal Pak Gendut ini hanya dimasak dengan teknik yang merupakan warisan turun temurun. Cita rasa lezat sudah menjadi jaminan untuk Lontong Pak Gendut, karena hanya bahan-bahan terbaik yang dipilih dalam membuat hidangan ini. Lontong Balap Pak Gendut dinilai mempunyai 3 kelezatan unggulan dibandingkan lontong balap lainnya. Kuah bening dengan rasa yang khas, irisan lontong yang nikmat, dan tentunya sambal dan lentho yang mantap! Hanya Lontong Balap Pak Gendut yang membuat lentho murni berbahan kacang tolo dan bumbu. Lentho khas Pak Gendut ini pun bertahan kriuk-nya meskipun sudah dicampur dengan kuah lontong balap. Tidak lupa kecap manis sebagai pemanis sajian sang legenda.

Rabu, 18 September 2013

Food Area In Klampis Ngasem

Food Area In Klampis Ngasem

Pondok Khas Jenggala, menawarkan sajian ikan dan ayam bakar atau goreng

   Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Dengan jumlah penduduk metropolisnya mencapai lebih dari 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.

Selain itu, jika anda berkunjung ke Kota Surabaya tentu banyak sekali tempat makan yang bisa dikunjungi. Kelurahan Klampis Ngasem salah satunya merupakan kawasan di Kota Surabaya yang menawarkan sejumlah rekomendasi tempat icip-icip kuliner khas Indonesia. Berikut adalah daftar tempat kuliner yang terdapat di kawasan Kelurahan Klampis Ngasem:

Depot Pak Bas, menawarkan sejumlah masakan chiness food dengan nuansa khas Indonesia

Bakso Kepala Sapi, sesuai tag line -nya yang mempromosikan kenikmatan rasa bakso daging sapi yang tidak pernah terlupa

Bebek Hitam, makanan khas Indonesia penyetan bebek digoreng hitam dengan sambal pedasnya yang sangat khas serta cara makannya disajikan dengan krengsengan. Terletak di Jalan Klampis Ngasem 43

 Coffe Toffe,  dikenal dengan cafe yang menyediakan minuman kopi (coffee) dengan brand lokal yang mengusung 100% bahannya lokal. Harganya cukup terjangkau dan desain tempatnya sangat nyaman cocok direkomendasikan bagi kaula muda yang menginginkan tempat untuk bersantai dan minum kopi.


Ayam Coblos, sajian ayam goreng dengan menu sambalnya yang khas
 Demikian info beberapa tempat kuliner di kawasan Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya yang dapat dijadikan rujukan wisata kuliner lokal bagi masyarakat Surabaya maupun masyarakat pengunjung Kota Surabaya.
Selamat berwisata kuliner!!