Tampilkan postingan dengan label BIDANG PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIDANG PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

KIM belajar VLog session 1

KIM belajar VLog session 1

Klasik, Rabu 6 Februari 2018

Mengawalai tahun 2018 Diskominfo kembali mengundang Kelompok Informasi Masyarakat se Kota Surabaya untuk bersama-sama belajar VLog (Video Blog) dengan mendatangkan narasumber Fitrah Photography.

Selasa, 6 Februari 2018 di ruang ATCS Gedung Pemkot Kota Surabaya dipenuhi oleh sekitar 82 orang Pegiat KIM yang antusias untuk mengikuti pembinaan pembuatan VLog yang zaman now ini sedang ngetrend.
Apa sih VLog itu ??? hingga bisa menarik minat banyak orang untuk mau hadir dan mempelajarinya.
VLog adalah  sebuah video dokumentasi jurnalistik yang berada didalam web atau blogspot yang berisi tentang berita, opini, pikiran, ketertarikan dan sebagainya. Jadi semacam siaran TV yang kita buat sendiri dengan cara mudah dan perlengkapan sederhana, ya bisa dibilang versi TV sederhana.
Tapi jangan kira bikin VLog itu gampang yah, meskipun gak seribet program TV namun ada beberapa kemampuan dan perlengkapan yang harus kita siapkan, itulah sebabnya pembinaan ini tidak bisa dilakukan hanya sehari atau satu sessi aja dan rencananya nanti Diskominfo dengan KIMnya akan melaksanakan session kedua beserta workshop dan event lomba VLog.
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 12.00 siang itu tak membuat seorang pesertapun bergeming untuk meninggalkan tempat, bahkan semakin semangat untuk terus mengikuti tatkala Fitrah (narsum-pemateri) menyampaikan bahwa dirinya dan beberapa orang di Surabaya yang pernah ngeVLog pernah mendapatkan bonus dollar yang bisa diambil/dicairkan dalam bentuk rupiah yang bila dikurskan senilai puluhan juta rupiah, woow ...emeziiing cak ... !!!

BAGAIMANA CARA MEMULAINYA ?

Agar bisa menjadi seorang VLogger, caranya tidaklah rumit yang penting ada kemauan dan sedikit kemampuan tentang editing video. Bahkan pada pelatihan kali ini hanya dengan menggunakan smartphone seseorang sudah bisa menjadi VLogger, agar hasilnya lebih baik dan menarik maka pelajari cara editing video dan bila ingin lebih serius mau terjun kedunia ini bisa melengkapi dengan peralatan lain yang spesifikasinya lebih bagus untuk menghasilkan video yang berkualitas.

Peralatan lain yang dimaksud misalnya aplikasi editing video yang profesional (bisa di download melalui playstore dan berbayar, tapi murah kok), juga menggunakan mini tripod/tongsis yang banyak dijual murah dan external microphone untuk hasil suara yang lebih bagus.
"Bisa juga menggunakan headset/handfree yang murah dan potong dua speaker head yg nempel ditelinga hingga cuma mic-nya aja yg dipakai untuk record suara kita maka hasil suaranya bisa woow lumayan bagus" ujar Fitrah.

Diakhir penyampaian materi, Fitrah mendorong dan menyemangati Pegiat KIM Surabaya untuk mencoba memulai membuat VLog serta berharap pada pertemuan berikutnya semua sudah membuatnya.
Semoga dengan memberitakan konten lokal melalui VLog menjadikan pembangunan Surabaya yang lebih baik.

Wassalam .... (Top-Klasik)


Jumat, 04 April 2014

PENERIMAAN BRIGADIR POLRI 2014

PENERIMAAN BRIGADIR POLRI 2014



PERSYARATAN UMUM

1.  Warga negara Indonesia.

2.  Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.  Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan
     UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

4.  Pendidikan paling rendah SMU atau sederajat.

5.  Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan).

6.  Tidak pernah di pidana karena melakukan kejahatan (SKCK).

7.  Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

8.  Lulus pendidikan pembentukan anggota kepolisian.


PERSYARATAN LAIN 

1.  Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan  
     pembentukan Tamtama, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus.

2.  Bersedia menjalani ikatan dinas selama 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai saat
     diangkat menjadi anggota Polri.

3.  Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 tahun
     (bukan paksaan orang tua).

4. Tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan suatu instansi lain.

5.  Pada saat mendaftar telah berdomisili di wilayah Polda tempat pendaftaran minimal
     1 tahun, yang dibuktikan dengan KTP atau surat keterangan dari kepala
     desa/kelurahan setempat dan KK (Kartu Keluarga) atau ijazah/STTB/rapor terakhir.

6.  Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara kesatuan RI.



SYARAT PENERIMAAN ANGGOTA POLRI

1. TAMTAMA

     Umur                ;  Min 17, 7 maksimal 22 tahun
     Ijazah/ Nem     ;  SMU/Sederajat/Lulus
     Tinggi Badan   :  163 cm
     Ket                 :  DIK 5 Bulan

2. BRIGADIR

     Umur                ;  Min 17, 5 maksimal 21 tahun
     Ijazah/ Nem     ;  SMU/Sederajat/Nem 6,5
     Tinggi Badan   :  163 cm Pria dan 160 cm Wanita
     Ket                 :  DIK 7 Bulan

3. SIPSS (SEKOLAH INSPEKTUR SUBER SARJANA)

      Umur                ;  S 2 – 30 tahun, S 1 Profesi 29 tahun, S 1/D-IV 26 tahun
      Ijazah/ Nem     ;  Min D-IV/S1/S2/Lulus/Rata-rata IPK 2.75
     Tinggi Badan    :  160 cm Pria dan 155 cm Wanita
     Ket                   :  DIK 7 Bulan

4. TARUNA AKPOL

     Umur               ;  Min 17 tahun, Maksimal 21 tahun
     Ijazah/ Nem    ;  SMU/MA 7,25
     Tinggi Badan   :  165 cm Pria dan 163 cm Wanita
     Ket                :  DIK 4 tahun

Demikian Informasi Pendaftaran dan Penerimaan untuk menjadi POLRI, semoga informasi ini bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya untuk menjadi POLRI.

--------------------------------------------------------------------------sumber : penerimaanpolri.com

Senin, 17 Maret 2014

Avanzanation Journey Berikan Donasi Ke SDN Klampis Ngasem 1

Avanzanation Journey Berikan Donasi Ke SDN Klampis Ngasem 1

Tim Avanzanation foto bersama dengan siswa SDN Klampis Ngasem 1/246 seusai CSR


22 Februari 2014 - Avanzanation Journey merupakan perjalanan menjelajah nusantara yang diadakan PT Toyota-Astra Motor (TAM) untuk memperinganti 10 tahun Toyota Avanza di Indonesia.
Kamis (20/02) tim Avanzanation Journey dilepas dari deler Auto2000 Wiyung,Surabaya, untuk mengekplor kegaraman budaya yang ada di Surabaya.
“Setelah kemarin kami berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan ikon Surabaya, pada hari ini kami melakukan kegiatan CSR dengan memberikan bantuan kepada SDN Klampis Ngasem 1 Surabaya,” jelas Indra Lubis, Marketing Planning TAM disela pemberian CSR , Sabtu(22/02).
Indra menambahkan, “Kami berharap donasi yang kami berikan berupa buku edukasi, LCD Proyektor dan screen dapat bermanfaat bagi siswa.”
Dipilihnya SDN Klampis Ngasem 1 Surabaya oleh TAM karena disekolah negeri tersebut banyak menampung siswa berkebutuhan khusus 15 sampai 20 siswa.

Indra Lubis, Marketing Planning TAM (kiri) secara simbolis memberikan donasi kepada Mardiningsih, ka sekolah SDN Klamis Ngasem 1/246 Surabaya
Mardiningsih, Kepala sekolah SDN Klampis Ngasem 1/246 menyambut bantuan yang diberikan TAM dengan tangan terbuka. “Kami sangat berterima kasih kepada PT TAM atas donasi yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, mengingat sekolah kami merupakan sekolah inklusi dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terbesar di Surabaya untuk sekolah negeri,” ujarnya.
“Kami berharap apa yang sudah kami lakukan (CSR) untuk masyarakat yang membutuhkan dapat terus berlanjut,” tutup Indra.
Wah satu kegiatan positif yang patut dicontoh nih…


Kamis, 05 Desember 2013

Sedini mungkin

Sedini mungkin


Polos dan bersih bagai selembar kertas gambar, begitu kira-kira perumpamaan terhadap anak yang berusia diantara lima tahunan.
Disaat itulah pentingnya pendidikan ditanamkan terhadap mereka sehingga begitu menginjak masa remaja mereka dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mereka tak mudah goyah dan punya pendirian terhadap perkembangan masa.




Hampir setiap Balai RW diwilayah Sukolilo dijadikan sarana tempat belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan demikian Program Pendidikan di Kota Surabaya ini dapat dilakukan secara merata.




PAUD dilingkungan Klampisngasem Sukolilo mengedepankan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
Pertemuan PAUD dilakukan 3 kali dalam seminggu dan diarahkan untuk daftar di PAUD yang terdekat dengan rumahnya dengan tujuan motivasi anak untuk hadir dan belajar tetap terjaga.







Anak didik PAUD di Sukolilo tidak hanya belajar bernyanyi, menggambar dan menulis saja tetapi mereka juga diajarkan bagaimana mencintai lingkungan.








Sudah banyak prestasi yang diraih oleh PAUD diSukolilo, namun belum cukup puas Bunda-bunda PAUD tersebut atas prestasi selama ini hingga mereka tetap berusaha berinovasi dan melakukan yang terbaik buat anak didiknya.

Semoga saja putra-putri terbaik di Indonesia ini terlahir dari PAUD di SUKOLILO,  amiin ...

Selasa, 03 Desember 2013

LOGO DAN MAKNA LAMBANG TUTWURI HANDAYANI

LOGO DAN MAKNA LAMBANG TUTWURI HANDAYANI

Lambang Tutwuri Handayani :
Kebanyakan orang menyebutnyaTutwuri Handayani yang sebenarnya adalah Logo atau Lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0398/M/1977 tanggal 6 September 1977 dengan uraian arti lambang sebagai berikut:

(1)   BIDANG SEGI LIMA (Biru Muda)
Menggambarkan alam kehidupan Pancasila.

(2)   SEMBOYAN TUT WURI HANDAYANI
Digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan system pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

(3)   BELENCONG MENYALA BERMOTIF GARUDA
Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukan menjadi hidup.
Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: “Satu kata dengan perbuatan Pancasilais”

(4)   BUKU
Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

(5)   WARNA
Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih.
Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup pancasila).

Makna Logo Pendidikan Nasional
Arti dari semboyan ini adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).

Tut Wuri Handayani adalah penggalan dari kalimat panjang yang terkenal dari Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa, bapak pendidikan kita, yang baris terakhirnya juga menjadi bagian dari logo Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia : Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Maknanya lebih kurang : di depan memberi teladan, ditengah membimbing (memotivasi, memberi semangat, menciptakan situasi kondusif) dan dibelakang mendorong (dukungan moral).

Kalimat itu menjadi rujukan saat bicara tentang konsep kepemimpinan yang baik, memberi tuntunan bagaimana seharusnya seorang pemimpin atau seorang guru (yang digugu dan ditiru) bertindak.

Ketiga kalimat itu berulang-ulang ditulis, dibahas, diingat kemudian dilupakan. As usual, idelisnya kita sampai di mulut saja. Begitu turun ke perut yang serba idealis tadi akan menguap ke atas dan masuk kembali ke kepala dalam sebentuk angan-angan tentang suatu hal yang ideal. Keluar lagi lewat mulut, begitu turun ke perut menguap lagi, dan seterusnya, dan seterusnya. (Do you catch me?)

Kalimat itu begitu sering diucapkan, dibaca, dibahas sampai si pendengar atau si pembaca lupa untuk memahami, belum sampai taraf menghayati, apalagi mengamalkan. Untuk sampai ke tahap paham saja sulit. Sebab umumnya begitu tahu, sudah puas. Berhenti, dan mengira dirinya sudah hebat.

Ing Ngarso Sun Tuladha
Di depan memberi teladan. Duh susahnya menjadi teladan. Menjadi teladan itu artinya si pemberi teladan harus senantiasa sadar, aware terhadap pikiran, perkataan dan tindakannya. Melakukan segala sesuatu secara benar. Memberi contoh yang baik. Itu sulit. Alamiahnya manusia itu selalu mondar-mandir di dua kutub. Mana bisa menjadi baik terus. Seharusnya juga tidak buruk terus.
Menyeimbangkan dua kutub itu adalah perjuangan seumur hidup. Lalu kalau untuk seimbang saja harus berjuang seumur hidup, sewaktu-waktu bisa tergelincir jatuh, bagaimana memberi teladan? Ya dengan menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh untuk tetap seimbang itu tadi. Saat kita senantiasa sadar dan berusaha menyeimbangkan diri, tidak perlu repot-repot memikirkan apa teladan yang baik, sebenarnya kita sudah memberi teladan.

Ing Madya Mangun Karsa
Di tengah memotivasi, menggugah semangat, kemauan dan niat. Ini juga sulit. Bagaimana membuat situasi yang kondusif untuk orang lain agar bisa berkembang, menggugah semangat untuk terus meraih kemajuan itu sulit. Apalagi kita dihadapkan pada masalah internal diri kita sendiri dan masalah eksternal dengan lingkungan kita. Tidak bisa? Oh bisa. Yang diperlukan hanya niat baik untuk melakukannya. Asal paham lakonnya hidup, baris yang inipun pasti akan dilakukan orang-orang dengan senang hati. (Bagaimana lakonnya hidup? berdiamlah --maka kau akan tahu!).

Tut Wuri Handayani
Di belakang memberi dorongan moral. Nah ini dia. Katanya seorang pemimpin atau guru atau orang yang lebih pandai, lebih tahu-- saat membimbing orang lainnya harus bersikap sebagai among (ini bahasa Jawa, bukan Inggris!). Pengemong. Pengasuh. Jadi yang menjadi fokus adalah yang diasuh. Karena itu saat yang di asuh merasa lemah, merasa tidak mampu, pengemong akan maju memberi dorongan semangat, dukungan moral. Dengan kata-kata, dengan sikap perbuatan. Dengan hati yang penuh cinta. (iya penuh cinta, karena tanpa yang satu ini, tidak akan pernah bisa ada tindakan tut wuri handayani).

Jadi kesimpulannya apa yang coba disampaikan KH Dewantoro itu adalah : sadarlah pada pikiran, perkataan dan tindakan kita, pahami hidup dan kembangkan cinta kasih. Inilah pemahaman saya tentang Ing Ngarsa Sun tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Apabila pemahaman saya tentang kalimat KH Dewantoro ini mengalami distorsi makna karena ketidaktahuan saya,  Karena dari pengalaman saya, setiap kata bahkan huruf, dalam bahasa Jawa selalu punya makna, maka saya mohon maaf yang sebesar-sebesarnya dan mohon untuk masukannya untuk menyempurnakan artikel ini..