Senin, 10 November 2014

Dikira Bercanda, Adi Tenggelam di Pantai Gianyar Bali

SHARE
Ito (32) termenung dibibir pantai. Pandangannya kosong. Ia dan belasan teman yang lain masih menaruh harapan pada penemuan sosok Adi satriyo (34), warga asal Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya yang tenggelam di Pantai Lebih Gianyar, dalam kondisi hidup maupun sudah meninggal.
“Kami mau menunggu sampai besok (hari ini). Kami mau nginap di sini,” ujar Ito dengan lirih saat di temui Tribun Bali, Jumat (7/11/2014) malam.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa tenggelamnya Adi terjadi sekitar pukul 18.30 Wita, saat matahari belum tenggelam sempurna. Awalnya, Ia beserta tiga kawannya (Arif dan Aci), sekitar pukul 17.30 Wita jalan-jalan ke Pantai Lebih.
Namun waktu itu, hanya Adi yang memberanikan diri mandi di sisi barat Pantai Lebih. Tak lama berselang, Adi yang kesehariannya bekerja melukis relief di Bali Marine Safari Park, tampak meminta pertolongan.
Namun Ito dan teman-teman yang lain hanya berdiam diri seraya tertawa, mengira Adi yang terkenal sebagai sosok yang humoris, sedang bercanda. “Saya kira bercanda, ternyata beberan tenggelam,” kata Ito.
Beberapa saat kemudian, kejadian yang awalnya dianggap candaan berubah menjadi kekhawatiran. Ito dan dua temannya mulai panik setelah yakin bahwa Adi benar-benar tenggelam.
Karena lokasi Adi yang sudah agak ke tengah dan jauh dari bibir pantai, Ito dan teman-teman yang lain tidak bisa berbuat banyak saat tahu temannya tenggelam.
“Kami hanya tertegun. Ada lima anak kecil belajar selancar yang berusaha menolong Adi. Tapi gak kuat dan akhirnya dilepaskan,” ujar warga asal Yosowilangun, Lumajang ini. (Tribunnews)


Adi Satriyo adalah sosok pemuda yang baik dengan jiwa senimannya sebagi pemusik dan pelukis dia senantiasa melakukan yang terbaik di lingkungan Klampisngasem.

Bekerja di Bali bersama teman-teman seprofesi adalah tuntutan untuk tetap bertahan hidup, sebagai tulang punggung keluarga tak peduli jauh dan beratnya pekerjaan itu.
Bermaksud menghibur diri, selepas bekerja berat pukul 17.00, mandi dan berenang di pantai dekat dengan tempatnya bekerja.
Namun Tuhan berkendak lain, Mas Adi harus pergi meninggalkan kita semua.
Selamat jalan saudaraku semoga kau tenang disisiNya, amiin ...
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: