Ad 728x90

Sabtu, 31 Maret 2018

Rabu, 07 Februari 2018

KIM belajar VLog session 1

KIM belajar VLog session 1

Klasik, Rabu 6 Februari 2018

Mengawalai tahun 2018 Diskominfo kembali mengundang Kelompok Informasi Masyarakat se Kota Surabaya untuk bersama-sama belajar VLog (Video Blog) dengan mendatangkan narasumber Fitrah Photography.

Selasa, 6 Februari 2018 di ruang ATCS Gedung Pemkot Kota Surabaya dipenuhi oleh sekitar 82 orang Pegiat KIM yang antusias untuk mengikuti pembinaan pembuatan VLog yang zaman now ini sedang ngetrend.
Apa sih VLog itu ??? hingga bisa menarik minat banyak orang untuk mau hadir dan mempelajarinya.
VLog adalah  sebuah video dokumentasi jurnalistik yang berada didalam web atau blogspot yang berisi tentang berita, opini, pikiran, ketertarikan dan sebagainya. Jadi semacam siaran TV yang kita buat sendiri dengan cara mudah dan perlengkapan sederhana, ya bisa dibilang versi TV sederhana.
Tapi jangan kira bikin VLog itu gampang yah, meskipun gak seribet program TV namun ada beberapa kemampuan dan perlengkapan yang harus kita siapkan, itulah sebabnya pembinaan ini tidak bisa dilakukan hanya sehari atau satu sessi aja dan rencananya nanti Diskominfo dengan KIMnya akan melaksanakan session kedua beserta workshop dan event lomba VLog.
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 12.00 siang itu tak membuat seorang pesertapun bergeming untuk meninggalkan tempat, bahkan semakin semangat untuk terus mengikuti tatkala Fitrah (narsum-pemateri) menyampaikan bahwa dirinya dan beberapa orang di Surabaya yang pernah ngeVLog pernah mendapatkan bonus dollar yang bisa diambil/dicairkan dalam bentuk rupiah yang bila dikurskan senilai puluhan juta rupiah, woow ...emeziiing cak ... !!!

BAGAIMANA CARA MEMULAINYA ?

Agar bisa menjadi seorang VLogger, caranya tidaklah rumit yang penting ada kemauan dan sedikit kemampuan tentang editing video. Bahkan pada pelatihan kali ini hanya dengan menggunakan smartphone seseorang sudah bisa menjadi VLogger, agar hasilnya lebih baik dan menarik maka pelajari cara editing video dan bila ingin lebih serius mau terjun kedunia ini bisa melengkapi dengan peralatan lain yang spesifikasinya lebih bagus untuk menghasilkan video yang berkualitas.

Peralatan lain yang dimaksud misalnya aplikasi editing video yang profesional (bisa di download melalui playstore dan berbayar, tapi murah kok), juga menggunakan mini tripod/tongsis yang banyak dijual murah dan external microphone untuk hasil suara yang lebih bagus.
"Bisa juga menggunakan headset/handfree yang murah dan potong dua speaker head yg nempel ditelinga hingga cuma mic-nya aja yg dipakai untuk record suara kita maka hasil suaranya bisa woow lumayan bagus" ujar Fitrah.

Diakhir penyampaian materi, Fitrah mendorong dan menyemangati Pegiat KIM Surabaya untuk mencoba memulai membuat VLog serta berharap pada pertemuan berikutnya semua sudah membuatnya.
Semoga dengan memberitakan konten lokal melalui VLog menjadikan pembangunan Surabaya yang lebih baik.

Wassalam .... (Top-Klasik)


Rabu, 31 Januari 2018

Lawan Hoax di Pilkada 2018, Bawaslu-KPU-Kominfo Jalin Kerja Sama

Lawan Hoax di Pilkada 2018, Bawaslu-KPU-Kominfo Jalin Kerja Sama


Jakarta - Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) melakukan penandatangan nota kesepakatan aksi dengan KPU serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka melawan hoax dan ujaran kebencian di internet dalam proses Pilkada 2018.

Penandatanganan dihadiri oleh Ketua Bawaslu Abhan beserta anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin dan Fritz Edward Siregar. Penekenan MoU juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Ketua KPU Arief Budiman serta Komisioner KPU Ilham Saputra, Pramono Ubaid Tanthowi dan Wahyu Setiawan.

"Kesepakatan aksi ini untuk menciptakan pesta demokrasi menjadi berimbang menarik namun tetap melindungi masyarakat Indonesia," ujar Abhan di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Abhan mengatakan penandatanganan nota kesepakatan ini diharapkan dapat menjamin hak pemilih di Pilkada serentak. Jaminan itu termasuk melindungi pemilih dari berita palsu hingga konten negatif.

"Kami harap dapat melindungi pemilih dari berita palsu dan konten negatif serta hak pemilih terlindungi dengan baik," ujar Abhan.

Sementara itu Ketua KPU Arief Budiman mengatakan penggunaan internet sangat penting dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya penggunaan media sosial dapat menaikkan hingga meruntuhkan kepercayaan publik.

"Penggunaan sarana ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik, penggunaan internet dalam waktu singkat dapat menaikkan kepercayaan publik dan secara singkat juga dapat meruntuhkan kepercayaan publik terhadap peserta pemilu," kata Arief dalam kesempatan yang sama.


Dalam nota kesepakatan tersebut, Bawaslu bertugas untuk menyediakan hasil pengawasan terkait konten internet, lalu menyediakan analisis hasil pengawasan. Kemudian juga memfasilitasi kegiatan antar-lembaga dalam pilkada 2018 dan pemilu 2019.

KPU sebagai pihak kedua bertugas untuk menyediakan data informasi terkait data tim kampanye, pelaksanaan kampanye, dan petugas kampanye. Serta menyediakan informasi media sosial partai yang telah didaftarkan. 

Sedangkan Kominfo sebagai pihak ketiga bertugas untuk menindaklanjuti laporan hasil pengawasan terkait konten internet dalam pelaksanaan pemilihan umum. Selain itu juga melakukan penanganan konten internet yang melanggar ketentuan UU dalam pelaksanaan pemilihan. 

Pada kesempatan yang sama, dibacakan juga deklarasi oleh beberapa platform internet. Deklarasi itu berisi Internet Indonesia Bebas Hoaks dan Konten Negatif dalam Pilkada 2018.

Platform yang ikut serta yaitu Google Indonesia, Facebook Indonesia, Twitter Indonesia, Telegram Indonesia, BBM Indonesia, LINE Indonesia, BIGO Live Indonesia, Live Me Indonesia, dan METUBE Indonesia. 
(elz/elz)

sumber berita : detik.com - Dwi Andayani

Selasa, 30 Januari 2018

KIM Dalam Ekspedisi Mahanugra

KIM Dalam Ekspedisi Mahanugra

Mengawali tahun 2018 KIM Kota Surabaya berusaha untuk berjejaring dengan pegiat masyarakat lainnya dengan melakukan suatu kegiatan yang bertajuk peduli lingkungan dengan tema "Ekspedisi Mahanugra 1".
Kegiatan ini sangat luarbiasa karena dalam satu even berusaha mencakup beberapa aspek kepedulian terhadap lingkungan, yakni menanam mangrove, melepas liarkan burung, menabur kembali benih ikan di sungai, mengawasi situs bersejarah yang ada di Jolotundo dan tetap mencintai indahnya alam gunung penanggungan.
Sabtu pagi 27 Januari 2018 kurang lebih pukul 05.00 WIB. di pinggir sungai dekat Mangrove Information Center (MIC) Surabaya.  Tampak seorang perempuan berhijab dengan senyum manisnya sedang menyalakan obor sebagai pertanda dimulainya Ekspedisi Mahanugra perdana tahun 2018. Tristin nama perempuan itu dengan didampingi dua rekannya Danang dan Aziz yang kemudian naik menjauh dari sisi sungai menuju bahu jalan untuk memberi instruksi bahwa ekspedisi siap dimulai.
Tim obor kemudian bergeser ke MIC dan disambut oleh Ridho Bayu Aji sang komandan dan pimpinan Ekspedisi Mahanugra. Ridho adalah Akademisi di Institut Teknologi 10 November Surabaya yang pada kesempatan kali ini didapuk untuk memimpin Ekspedisi Mahanugra I tahun 2018.
Revita menjadi peserta pertama yang mengawali aktivitas penanaman mangrove berjumlah kuranglebih 200 batang didampingi Soni Mohson sebagai local hero Kelompok Tani Mangrove Wonorejo sambil memberi penjelasan tentang mangrove dan klasifikasi berbagai jenis tanaman yang ada di kawasan hutan konservasi Mangrove Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya).
Setelah proses penanaman mangrove selesai, ekspedisi dilanjutkan menggunakan sepeda angin dengan rute dari Mangrove Wonorejo menuju Dermaga Perum Jasa Tirta I ASA 3 Karah sejauh kuranglebih 15 Km.

Ridho, Chairudin dan Bobbin sambil membawa Pataga Mahanugra bersama Tim Pengawal Tiara Com siap melanjutkan ekspedisi.

Insiden kecil terjadi saat rombongan pesepeda melintas di Jalan Jagir selepas traffic light Panjangjiwo. Chairudin anggota tim pesepeda jatuh pingsan sesaat setelah berhenti dan memarkir sepedanya dipinggir jalan. 
Tim Patwal segera mengkontak Tim Mobil Pendukung melalui radio komunikasi untuk segera merapat dilokasi dan memberikan bantuan.
"Lhualah kurang latian aku rek, wes ga tau olahraga rutin, tapi seneng iso kringeten ngene, ayoo lanjuuut ...!!!" ujar Chairudin setelah pingsan sesaat.
Abd.Rochman Personil Patwal menggantikan bersepeda sampai Dermaga Perum Jasa Tirta Karah.
Kegiatan semacam ini bukanlah kegiatan biasa karena meliputi beberapa unsur lingkungan yakni sungai-daratan-gunung bisa juga diartikan unsur air-api-tanah-udara."Jadi siapapun pesertanya harus menjadi sebuah tim yang solid dan ahli dibidangnya, Ekspedisi Mahanugra yang tidak biasa harus didukung oleh tim yang luar biasa " kata Pak Ridho
Ekspedisi ini bekerjasama dengan beragam komunitas diantaranya bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Surabaya sebagai Informasi Publik melalui Fanpage Kabar Surabaya, Tiara Com sebagai pengawal perjalanan dan kegiatan dengan Radio Komunikasinya, SAR Surabaya sebagai pendamping susur sungai dan pendakian gunung.
Tepat pukul 10.00 WIB. Tim Ekspedisi Mahanugra tiba di Dermaga Perum Jasa Tirta Surabaya, beragam sambutan dan arahan serta ungkapan rasa disampaikan oleh Kordinator, Pahlawan lokal dan lainnya, sambil menikmati makan siang bersama.
Ekspedisi selanjutnya yaitu susur sungai “Kali Surabaya” sejauh 9,5 Km. dari Dermaga PJT Karah sampai Kantor Desa Bambe, Driyorejo – Gresik. 
Kali ini melibatkan Imam Rochani Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup, Kordinator Patroli Kali Surabaya.
Bersama anggotanya, Imam menjaga sungai tidak tercemar limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Caranya dengan edukasi, serta pelaporan pada pihak berwajib dan mendorong ada tindak hukum bagi pencemar lingkungan sungai.

Sekitar 1100 ekor bibit ikan bader dan nener ditebarkan di kali Surabaya untuk menjaga kelangsungan ekosistem kepedulian lingkungan pada ekspedisi ini sangat diapresiasi oleh pihak jasa tirta sebagai bentuk kegiatan yang seharusnya sering dilakukan oleh komunitas maupun masyarakat.

Susur sungai berakhir di Balai Desa Bambe Driyorejo Gresik dan ekspedisi dilanjutkan dengan Rombongan Tim Mobil Mahanugra sejauh 47Km dan tetap dalam kawalan Tim Pengawal Tiara menuju Desa Sendang-Trawas-Mojokerto.
Kurang lebih pukul 17.00 WIB. Tim ekspedisi sampai dan di Homebase Komunitas Welasan, yang berorientasi pada pelestarian budaya Jawa.

Setelah beberapa saat beristirahat di homebase, Tim Gunung yang dikomandani oleh Bajuri dari Pecinta Alam dengan pendukung Tim SAR sebanyak enam orang  dan tiga orang dari Mahanugra Malang (Maya, Damar dan Eddy) mempersiapkan perlengkapan untuk pendakian.
Tim dokumentasi yang diarahkan oleh Rizky menugaskan tiga personilnya untuk turut melakukan pendakian. Begitu juga yang dilakukan oleh Tim Komunikasi yang dioperatori oleh Oscar dengan memasang antena beserta perangkatnya di homebase lantai 3 agar dapat berkomunikasi dengan tim yang mendaki gunung dan berkordinasi pada Basecamp/Posko Tamiajeng-Gunung Penanggungan.


Sebelum melakukan pendakian gunung, seluruh tim diberikan arahan oleh kordinator Ekspedisi Mahanugra agar nantinya ekspedisi ini bisa berjalan sesuai dengan rencana dari awal sampai akhir esok hari.
Memanjatkan do'a kehadirat Tuhan YME. agar diberikan perlindungan dari segala marabahaya maupun musibah dan juga melakukan beberapa ritual adat dari pemangku wilayah dilakukan dengan khidmat.

Kuranglebih pukul 20.00 WIB. Ekspedisi Mahanugra dilanjutkan dengan Pendakian Gunung Penanggungan yang dilaksanakan oleh tim gunung, tim dokumentasi dan tim komunikasi.


Minggu Pagi 28 Januari 2018, Setiba dipuncak bayangan Gunung Penanggungan Pelepasliaran 200 ekor burung dilakukan sebagai simbol kebebasan untuk berekspresi dengan tetap menjaga norma kehidupan dan kasih sayang sesama mahluk hidup.



Pengibaran Pataga Mahanugra sebagai puncak acara dilakukan dipuncak bayangan Gunung Penanggungan sebagai akhir rangkaian acara "Ekspedisi Mahanugrah 1 Tahun 2018"

Semoga kegiatan Ekspedisi mahanugrah ini menjadikan contoh pada komunitas dan masyarakat agar senantiasa mencintai lingkungan dan menjaga NKRI tetap bersatu .... , wassalam (topan-2018)


Senin, 29 Januari 2018

Motor Klasik Ini Laku 12 Miliar

Motor Klasik Ini Laku 12 Miliar


Mobil klasik dibeli dengan harga miliaran itu sudah biasa. Tapi, gimana dengan motor? Ternyata, seseorang telah membeli sebuah motor seharga hampir 1 juta dolar, tepatnya USD929.000 atau setara dengan Rp12,4 milar. Gokil ya ! Pembelian motor klasik berharga belasan miliar ini terjadi  di Balai Lelang Bonhams, Las Vegas, Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu, seperti dilansir Carscoops yang dikutip Uzone.id pada Rabu (31/1/2018)
Namun, motor klasik ini tentu bukan sembarang motor. Pasti istimewa. Motor bermerek Vincent Lighting ini merupakan salah satu dari 30 motor yang diproduksi pada tahun 1951. Saat ini, motor tersebut satu-satunya yang tersisa dari 19 unit yang pernah diproduksi di dunia. Jelaslah sudah, ini motor yang sangat langka.
Motor Vincent Lighting ini dianggap sebagai superbike pertama di dunia dengan julukan The Legend Black Shadow karena tanki, mesin, rangka dan tromol remnya dicat hitam. Motor ini bahkan pernah melampaui ketenaran Jaguar XJ120 yang menjadi mobil tercepat pada masanya.
Dipersenjatai mesin yang bertenaga 70 horse power berkapasitas 998 cc V-Twin. Bobotnya juga tergolong ringan cuma 208 kilogram, ini membuatnya dapat melaju hingga 196 kilometer per jam. Sistem pengapiannya berkapasitas 6 Volt/40 Watt yang bekerja seiring perputaran sistem kopling, kinerja amat baik untuk balapan.
Atas semua sejarah di baliknya, tak heran Vincent menarik begitu banyak perhatian para kolektor. Bonhams melaporkan ini sebagai harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah sepeda motor lelang.
sumber : uzone.id - Eka L.Prasetya

Kamis, 30 April 2015

Dilarang Kreatif

Dilarang Kreatif

Produksi Televisi dari Monitor Bekas, Pria Lulusan SD Dibekuk Polisi


Semarang - Meski hanya pernah mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar, MK (41) warga Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah ternyata handal di bidang elektronik. Namun kehandalannya membuat ia harus berurusan dengan polisi karena memproduksi televisi dari barang bekas dan menjual bebas tanpa izin.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto mengatakan MK ditangkap karena melanggar pasal 120 juncto pasal 53 ayat 1 huruf b Undang-undang RI No 3 tahun 2014 tentang perindustrian karena memproduksi dan mengedarkan barang tidak memenuhi SNI, spesifikasi, dan pedoman tata cara yang diberlakukan secara wajib di bidang industri. Ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 milyar.

"Adapun pasal 106 Undang-undang RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan karena tidak memiliki izin dan juga melanggar pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 undang-undang RI no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," kata Liliek di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Semarang, Selasa (17/3/2015).

Di rumah tersangka, lanjut Liliek, MK membuka usaha reparasi "Haris Elektronik", namun di dalamnya juga untuk memproduksi televisi yang tabung layarnya berasal dari monitor komputer yang tidak terpakai. Tidak tanggung-tanggung, satu hari tersangka dan 8 karyawannya mampu memproduksi 30 sampai 40 unit televisi.

"Satu hari keuntungannya Rp 450 ribu dan satu bulan bisa mencapai Rp 11,7 juta," pungkas Liliek.

Televisi yang diproduksi MK berjenis tabung dengan ukuran 14 inch sampai 17 inch. Ia memperoleh tabung dari pengepul barang bekas elektronik. Kemudian MK membeli casing dan remote yang banyak dijual di pasaran lalu untuk kemasan ia memesan kardus sesuai merek.

"Dia tidak pakai merk terkenal tapi membuat sendiri seperti Veloz, Maxreen, Zener, dan Vitron," pungkas Liliek.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo menambahkan tersangka sudah dua tahun menjalankan usahanya itu. Awalnya ia menitipkan di toko-toko elektronik, namun kini ia menunggu order dari toko elektronik.

"Dua tahun lalu dia memasarkan ke toko-toko, belakangan, toko-toko yang pesan. Kalau order banyak dia merakit banyak. Keuntungan tidak lebih dari Rp 100 ribu satu televisi, modal satu televisi antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, tabung bekasnya itu beli antara Rp 50 ribu," kata Djoko.

"Dia lulusan SD, semua dipelajari otodidak," imbuhnya.

Dari rumah tersangka, polisi menyita 146 televisi, 1.020 tabung televisi, 525 casing televisi, 15 televisi rusak, kardus, mesin bor, tiner, dan berbagai perangkat lainnya untuk merakit televisi.

"Terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan, karyawannya saksi," tegas Djoko.

sumber : detiknews