Ad 728x90

Jumat, 27 September 2019

BURSA KERJA TERBUKA - DISNAKER SURABAYA

BURSA KERJA TERBUKA - DISNAKER SURABAYA

Kamis-Jum'at, 26-27 September 2019
Berlokasi di Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya
Panggung HiburanB
Bursa Kerja Terbuka yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, dibanjiri oleh ribuan peminat yang ingin mencari kerja tercatat hari pertama saja sudah 1560 orang yang mendaftar.

Ruang Meja Perusahaan
16 Perusahaan besar siap menampung tenaga kerja melalui Bursa Kerja Terbuka kali ini, adapun perusahaan tersebut adalah :
1. PT. Jadi Abadi Corak Biscuit
2. PT. Sun Nusantara Agency
3. PT. Spindo Tbk.
4. PT. Bumi Menara Internusa
5. PT. Wahana Kosmetika Indonesia
6. PT. Estica Indonesia
7. PT. Indomarco Prismatena
8. PT. Dharma Anugrah Indah
9. PT. Abdhibalika Agency
10. PT. Bangun Indopralon
11. PT. Smart Multifinance
12. PT. Putra Perkasa Cipta Abadi
13. PT. Masuya Distra Sentosa
14. Rumah Sakit Royal Surabaya
15. PT. Indraco Group
16. PT. Penguin Indonesia

Alur Proses Registrasi
Melalui alur atau prosedur yang sudah ditentukan, pelamar kerja bisa melakukan keinginannya untuk melakukan pendaftaran dilokasi.

Both Kuliner
Disamping panggung hiburan dengan live music juga tersedia beberapa stand kuliner sebagai penyemarak acara ini hingga pengunjung benar-benar dimanjakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya bersama Lurah Klampis Ngasem. (top)

Sabtu, 14 September 2019

Nafas Usaha dalam Keberagaman Surabaya

Nafas Usaha dalam Keberagaman Surabaya


“Unity in Diversity”

Surabaya... oh Surabaya... 
Kota kenangan takkan terlupakan...

Sebait lirik lagu yang ditenarkan Dara Puspita seakan mengukuhkan bahwa Kota Surabaya memang membuat orang yang pernah mengunjunginya tak mampu untuk melupakan begitu saja.
Salahsatu yang berkesan dari Kota Nomer 2 terbesar di Indonesia,  yakni dibalik hiruk pikuk kota Metropolis ini menyimpan begitu selarasnya sektor usaha dengan ditopang keberagaman etnis, suku, budaya dan bahasa yang mewarnainya.

Sebagaimana yang diketahui bahwa di beberapa wilayah Surabaya menjadi sentra usaha yang mayoritas digerakkan oleh Suku atau Etnis tertentu tersebar menjadi daya tarik kota ini, salah satunya di belahan Utara Surabaya tepatnya di Wilayah Ampel dan sekitarnya. Sekilas jika kita mengamati berderetnya Toko dan Kuliner yang tersebar di daerah ini membuat kita terkesima, aroma Timur Tengah menghiasi
berbagai sudut, mulai jalan Ampel Suci, Ampel Masjid dan sekitarnya. Aneka Kuliner serta berbagai pernak-pernik busana Muslim khas Timur Tengah sangat mudah didapatkan disini, hal ini tidak terlepas dari sejarah yang diusung Ampel, para pedagang dari Arab dan Yaman dalam sejarah menorehkan penyebaran Agama Islam serta berdagang menjadi cikal bakal sentra usaha disini, berjuang bersama arek-arek Suroboyo menciptakan kolaborasi yang harmonis hingga sampai saat ini menjadi daya tarik Surabaya.

Kita berlanjut menengok di wilayah Pecinan, wilayah tertua di Surabaya yakni Kembang Jepun dan sekitarnya. Menempati pusat Surabaya menjadikan wilayah Sentra Bisnis ini menjadi salahsatu nafas pusat perdagangan grosir, jajaran toko Alat tulis, kantor,  toko mesin diesel, bank, tekstil, fashion, semua ada di sini. Pelaku bisnis di wilayah ini mayoritas etnis Tionghoa. Lagi-lagi Surabaya menjadi kota yang ramah menerima  budaya Tionghoa yang sangat kental disini.

Bermacam budaya Tionghoa beserta  atribut yang diusungnya banyak tersebar di Wilayah ini, dari klenteng Tua Hong Tiek Hian yang terletak di Jalan Dukuh hingga dengan pelaku bisnis yang dapat hidup harmonis bersama masyarakat lokal menjadi saksi bagaimana Surabaya menjadi kota yang ramah dalam keberagaman budaya, agama dan bahasa.

                Sejarah panjang mengiringi Kembang Jepun atau yang biasa disebut Kya-Kya (jalan-jalan), dahulunya sepanjang jalan ini memang telah menjadi pasar malam dengan deretan kios-kios penjaja kuliner khas Tionghoa dan Surabaya hingga kini kawasan ini tetap menjadi salahsatu nafas bisnis Kota Surabaya.

                Membelah kota Surabaya seakan tiada bosan-bosannya, di wilayah Timur Surabaya juga terdapat nafas bisnis yang ikut meramaikan Kota ini yakni di wilayah Kenjeran, Kedung Cowek, Bulak. Salahsatu suku mendominasi wilayah ini Yakni suku Madura. Berbagai macam kuliner dan pola hidup khas suku ini dapat kita temui di wilayah tersebut. Sifat ramah dan mental pekerja keras dari suku Madura ini sangat selaras dengan warga kota Surabaya dan dari Etnis serta suku yang lain sehingga menimbulkan kolaborasi yang harmonis untuk menunjang sektor usaha kota Surabaya.

                Begitulah Surabaya, dengan masyarakat yang heterogen menjadi daya tarik yang mempesona. Pelaku usaha di kota surabaya bersinergi menepis sekat-sekat suku, etnis, agama, bahasa dan budaya untuk bersama-sama bersatu dalam perbedaan  menciptakan kota ini sebagai kota yang layak menjadi  prototype kota masa depan yang harmonis dan ramah. Keberagaman bukan menjadi penghalang dan pemisah dalam berkehidupan, tetapi justru menjadi perekat yang mempererat dalam segala aspek hingga menyentuh mulai dari lapisan masyarakat marjinal  hingga masyarakat menengah keatas. Itulah yang dimaksud bersatu dalam perbedaan.


Penulis : Cak Topan - Kimklasik

#keberagamanmasyarakat
#keberagaman

Instagram: Sapawarga
Twitter: @SapawargaSby




Selasa, 13 November 2018

Inno Creativation

Inno Creativation



Innocreativation is an event aimed to inspire the youth to grab opportunities in this digital age. The digital age is no longer a thing of the future, it is the time we are living in. The question now is how ready we are to make the most of it and to be a part of it.



Kunjungi Official Web Innocreativation :


Senin, 12 November 2018

Kamis, 16 Agustus 2018

Cak Mus Menggetarkan Pegiat KIM Surabaya

Cak Mus Menggetarkan Pegiat KIM Surabaya

Pagi ini Kamis, 16 Agustus 2018 Pegiat KIM Kota Surabaya yg hadir dalam pembinaan yg diselenggarakan oleh Dinkominfo Kota Surabaya di Gedung Wanita Candra Kencana Jl.Kalibokor Selatan 2 Surabaya.
Mengambil thema "Tehnik seorang Jurnalis Citizen/Pegiat KIM dalam Membuat Peliputan Berita," dengan mengundang Bapak Mustika Muhammad atau sering dipanggil Cak Mus
KaBiro Net TV sebagai narasumber khusus untuk pembinaan kali ini.

Cak Mus benar-benar mampu menghipnotis Pegiat KIM untuk mampu menjadi seorang jurnalis yang handal bukan sekedar wartawan lokal yang sekedar ada di tiap wilayah Kelurahan Kota Surabaya.
Pahami apa itu berita, Buatlah berita, Tulislah berita dan Publikasikan berita demikian materi ringan namun mampu "menggetarkan" semangat Pegiat KIM untuk bersedia dan siap "Conecting and Sharing" antara Jurnalis Citizen dengan Jurnalis Media Profesional.

Dipesan terakhirnya dalam penyampaian materi, Cak Mus berpesan "Tulis yang ada difikiran jangan fikirkan apa yang akan ditulis". (CT-2018)

Selasa, 07 Agustus 2018

Proses Kreatif dalam Visual

Proses Kreatif dalam Visual

Pembinaan KIM Kota Surabaya kali ini menghadirkan narasumber yang luar biasa dibidang "Fotografi" yakni Dr.Yuyung Abdi.
Selasa 7 Agustus 2018 menjadi momen pembinaan yang beda dari biasanya, karena materi pembinaan kali ini mengupas tuntas bagaimana seorang pegiat informasi dapat menampilkan sebuah visual hingga menarik banyak orang untuk melihat dan mengamati hingga sebuah informasi tersampaikan dengan benar, demikian kata Cak Yuyung dalam pembinaannya yang ke 256.
Kurang lebih 35 orang pegiat KIM bersemangat mengikuti pembinaan ini dari siang sampai sore hari. (top_0818)